Klik "ide judul blog" untuk membaca tulisan ide dari judul blog...
Tampilkan postingan dengan label Umum. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Umum. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 29 Oktober 2022

Definisi Kebahagiaan dan Kesenangan

sumber foto: https://www.republika.co.id/berita/poqzt1313/hakikat-kebahagiaan

Dalam tulisan kali ini, akan dibahas definisi antara kesenangan dan kebahagiaan. Semoga bermanfaat.

Kebahagiaan adalah berbeda dengan kesenangan. Kebahagiaan lebih tinggi derajatnya daripada kesenangan. Kesenangan dapat diperoleh secara instan dengan melakukan hal-hal yang dapat membuat suasana hati kita menjadi senang. Sedangkan kita tahu bahwa suasana hati itu berubah-ubah.

Untuk memperoleh kebahagiaan, kita harus bersakit-sakit terlebih dahulu. Kebahagiaan adalah hasil dari perjuangan yang kita lakukan. Oleh karenanya, kebahagiaan itu bersifat kokoh, sulit berubah. Karena proses mendapatkannya juga tidak mudah.

Suasana hati tidak layak dijadikan nahkoda dalam keseharian kita, karena sifatnya yang mudah berubah-ubah. Hal yang pantas menjadi nahkoda dalam keseharian kita adalah sesuatu yang agung, yaitu visi hidup, cita-cita, ataupun impian.

Jika kita dapat mencapai visi hidup kita, mencapai cita-cita atau mewujudkan impian, tentulah kita akan memperoleh kebahagiaan yang hakiki. Jika dalam suatu hari kita dihadapkan di antara dua pilihan aktivitas: pertama adalah aktivitas yang ingin kita lakukan dan dapat membuat hati kita senang sedangkan aktivitas kedua adalah aktivitas yang terlintas di dalam pikiran kita namun rasanya malas untuk melakukannya namun dapat mengantarkan kita lebih dekat dengan visi hidup kita. Maka pilihan yang tepat adalah mengerjakan aktivitas kedua. 

Sekian dan terima kasih.

Sabtu, 11 Mei 2019

EMPAT KEBUTUHAN DASAR MANUSIA YANG MESTI TERPENUHI

Menurut Aristoteles, manusia adalah hewan yang berakal. Pernyataan tersebut mengandung makna manusia memiliki persamaan dengan hewan yang salah satunya adalah hawa nafsu. Namun yang memisahkannya dari dunia hewan adalah satu hal, yaitu akal. Manusia memiliki akal, sedangkan hewan tidak memilikinya.

Berbicara mengenai manusia, maka terdapat satu hal yang menjadi bagian dari dirinya, yaitu kebutuhan dasar. Kebutuhan dasar manusia ada empat yang terkandung dalam sebuah frasa: “To Live, To Love, To Learn, To Leave a Legacy”. To Live atau “untuk hidup” adalah kebutuhan dasar kita yang berhubungan dengan bidang fisik, seperti kesehatan, uang, tempat perlindungan, pakaian, dan kebutuhan biologis. To Love atau “untuk mencintai” adalah kebutuhan dasar kita yang berhubungan dengan bidang sosial. Manusia adalah makhluk sosial yang membutuhkan satu sama lain demi keberlangsungan hidupnya. Penelitian terkini mengenai neuroscience (ilmu tentang saraf) menemukan bahwa otak kita tercipta untuk saling berhubungan satu sama lain (baca lebih lanjut dalam buku Kecerdasan Sosial, penulis Daniel Goleman). Dalam otak kita juga terdapat bagian-bagian yang khusus menangani persoalan-persoalan sosial yang masih perlu untuk dieksplor lebih lanjut oleh para peneliti neuroscience. 

To Learn atau “untuk belajar” adalah kebutuhan dasar kita yang menyangkut bidang mental, yaitu untuk bertumbuh dan berkembang. Belajar adalah kebutuhan, olehnya itu belajar adalah seumur hidup. Dengan belajar, kita berkembang, tidak stagnan, sehingga ada kepuasan mental yang dirasakan. To Leave A Legacy atau “untuk meninggalkan warisan” adalah kebutuhan kita yang menyangkut bidang spiritual, seperti melakukan kontribusi. Melakukan kontribusi adalah kebutuhan kita, agar kita memiliki perasaan berarti dalam diri kita, dan agar kita dikenang. Usia kita memang singkat, hanyalah sekitar 65-an tahun. Akan tetapi, benarkah usia kita sesingkat itu? 

Penulis jadi teringat dengan sebuah film. Dalam film tersebut, ada seorang dokter yang memiliki impian ingin menumbuhkan bunga sakura di daerah yang sangat dingin dan bersalju. Iapun menghabiskan waktu hidupnya selama 30 tahun untuk melakukan penelitian yang pada akhirnya berhasil. Bersamaan dengan keberhasilannya itu, iapun mendapat berita bahwa semua dokter-dokter di dalam istana kerajaan sedang menderita sakit. Iapun menuju istana kerajaan, dan sebelum menuju ke istana, ia sempat menitipkan bibit-bibit bunga sakura hasil penelitiannya ke seorang sahabatnya untuk di suatu kelak nanti ditumbuhkan di daerah dingin tersebut. Sesampainya di istana kerajaan, ia pada akhirnya baru menyadari bahwa berita itu hanyalah kebohongan semata, dan merupakan taktik raja agar sang dokter menampakkan diri untuk kemudian ingin dieksekusi. Menanggapi itu, sang dokter mengatakan: “syukurlah, tidak ada yang sakit”. Iapun melanjutkan perkataannya:

“Menurut kalian kapan seorang manusia mati?”

“Ketika peluru dari senapan menembus jantungnya?”

“Bukan”

“Ketika dia terserang penyakit mematikan?”

“Bukan”

“Ketika dia memakan sup jamur beracun?”

“Bukan”

“Seseorang akan mati, ketika orang-orang melupakannya…”

Kematiannya pun ditutup dengan perkataan: 

“Aku mengalami hidup yang menyenangkan!”

Walaupun dokter tersebut telah mati, tapi ia masih hidup di dalam hati orang-orang karena hasil penelitiannya, bunga sakura yang telah tumbuh di daerah dingin, yang telah ditumbuhkan oleh sahabatnya itu. Kurang lebih, seperti itulah makna kontribusi, yang merupakan bagian dari kebutuhan dasar kita sebagai manusia. 

Jadi, kesimpulannya kita memiliki empat dimensi dalam hidup ini, yang keempatnya mesti dipenuhi, yaitu kebutuhan dalam dimensi fisik, sosial, mental, dan spiritual. Jika salah satu dari keempat kebutuhan tersebut tidak terpenuhi, maka kita akan mengalami kehampaan, dan jika terpenuhi maka kita mengalami hidup yang berkualitas. 

Keempat kebutuhan tersebut, harus terpenuhi secara seimbang, tidak dapat hanya satu, dua, atau tiga saja, melainkan harus keempat-empatnya terpenuhi. Hal ini selaras dengan ajaran Islam, yang mengajarkan keseimbangan dalam hidup. Islampun tidak mengajarkan kita hanya untuk memikirkan persoalan akhirat, praktisnya hanya untuk beribadah di masjid saja. Di situlah letak tantangannya, yaitu cara memenuhi keempat kebutuhan tersebut secara seimbang.

Kita tidak boleh mengisi hidup kita hanya untuk bersosialisasi terus menerus dan mengabaikan ketiga dimensi lainnya. Kita tidak boleh juga mengisi hidup kita hanya untuk belajar terus-menerus dan mengabaikan ketiga dimensi lainnya. Kita juga tidak boleh mengisi hidup kita hanya untuk uang sebagai kebutuhan kita, dan mengabaikan ketiga dimensi lainnya. Keempatnya harus terpenuhi secara seimbang.

Sekian dari penulis. Penulis bukanlah orang yang sempurna, dan belum tentu pula mampu memenuhi keempat kebutuhan dasar secara seimbang. Butuh kepemimpinan dari dalam diri untuk menyeimbangkannya. Tulisan ini dibuat hanya untuk satu tujuan, yaitu untuk berbagi. Semoga apa yang dibagikan ini bermanfaat bagi para pembaca. Wassalam.

Minggu, 12 Februari 2017

Mendefenisikan Ulang Arti Ikhlas (Konsep Ikhlas dalam Ajaran Islam)

Sumber foto: health.kompas.com

Ilmu ikhlas adalah hal yang menarik bagi penulis, karena ilmu ini merupakan ‘obat’ dan dapat menjadi pencegah dari penyakit-penyakit hati. Jika kebaikan yang kita lakukan dibalas dengan kejahatan, maka obat yang dapat menyembuhkannya adalah ikhlas. Jika kebaikan yang akan kita lakukan dikhawatirkan tidak akan dibalas dengan kebaikan pula, maka sikap yang dapat dipilih adalah memperbaiki niat untuk ikhlas.

Ikhlas tidak hanya sampai pada berbuat baik kepada orang lain tanpa mengharapkan imbalan. Konsep ikhlas lebih mulia dari itu. Ikhlas secara etimologi berasal dari kata kholusho, yaitu kata kerja intransitif yang artinya bersih, jernih, murni, suci, atau bisa juga diartikan tidak ternoda (tidak terkena campuran). Sehingga jika diartikan secara utuh, maka ikhlas adalah sesuatu yang murni, tidak tercampur dengan hal-hal lain yang dapat mencampurinya (Mustafa, 2013: 9). Di dalam Al-Qur’an, pelajaran tentang ikhlas diterangkan melalui binatang ternak. Berikut kutipan lengkapnya:

“Dan sesungguhnya pada binatang ternak itu benar-benar terdapat pelajaran bagi kamu. Kami memberimu minum dari apa yang ada dalam perutnya (berupa) susu yang bersih antara tahi dan darah, yang mudah ditelan bagi orang-orang yang meminumnya” (QS. An-Nahl: 66).

Sebagaimana yang kita ketahui bersama, sapi adalah binatang ternak yang menghasilkan susu yang dapat dikonsumsi oleh manusia dan sangat bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Namun hal yang menarik dari itu adalah fenomena terpisahkannya susu dari kotoran dan darah, padahal ketiga zat tersebut berada dalam satu wadah, yaitu perut sapi. Hal tersebutlah yang membuat kita dapat dengan mudah meminum susu sapi.

Niat yang ikhlas dapat dianalogikakan dengan fenomena terpisahkannya susu dari kotoran dan darah. Jika kotoran dan darah adalah keinginan agar perbuatan baik kita dilihat maupun dipuji orang atau keinginan untuk mendapatkan balas jasa, maka susu adalah niat yang semata-mata hanya untuk Allah SWT. Namun, bagaimana cara memeriksa niat kita, apakah sudah murni hanya untuk Allah SWT atau masih bercampur dengan keinginan-keinginan untuk dilihat dan dipuji atau mendapatkan balas jasa dari orang ?

Secara alamiah, kita dianugerahi kesadaran diri oleh Tuhan, yaitu kemampuan untuk memeriksa kondisi internal kita. Kesadaran diri membuat kita mampu mendeteksi emosi kita, apakah sedang senang, sedih, marah, atau emosi lainnya, juga dapat membuat kita mampu mengetahui apa yang sedang kita pikirkan, termasuk apa yang sedang kita niatkan. Sehingga kesadaran diri ini dapat digunakan sebagai radar pendeteksi niat.

Jika dipikirkan secara sepintas, konsep ikhlas tentu bertentangan dengan konsep melakukan kewajiban dan menuntut hak (konsep keadilan). Akan tetapi pada kenyataannya tidak demikian. Bekerja dengan ikhlas tetap menginginkan imbalan, akan tetapi bukan terhadap manusia, melainkan terhadap Allah SWT. Seseorang yang ikhlas (dinamakan mukhlis) dengan segera melupakan perbuatan baiknya terhadap orang lain, sambil mengharapkan imbalan dari Tuhan berupa rahmat, pengampunan, ataupun pahala di akhirat. Jadi seseorang yang mukhlis adalah orang yang berpikiran jauh ke depan, melampaui batas waktu. Motivasinya adalah mendapatkan pahala di akhirat.

Sifat ikhlas juga tentu berhubungan dengan keimanan kepada Allah SWT dan hari akhirat, sehingga secara logika, seseorang belum dapat dikatakan ikhlas jika tidak beriman kepada Allah SWT dan hari akhirat. Karena iman kepada Allah SWT dan hari akhirat adalah dasar atau pondasi dari sifat ikhlas.

Di samping ikhlas, terdapat juga suatu sikap yanh hampir serupa, yaitu berbuat kebaikan tanpa mengharapkan imbalan (pamrih). Sikap tersebut merupakan sikap yang terpuji, namun menurut penulis sikap tersebut tidak jelas. Suatu sikap yang tidak tentu arahnya. Jika ikhlas adalah berbuat kebaikan dengan mengharapkan rahmat, pengampunan, ataupun pahala dari Allah SWT, maka sikap ikhlas jelas arahnya. Namun jika berbuat suatu kebaikan tanpa mengharapkan sesuatu, tanpa mengharapkan imbalan (pamrih), maka hal tersebut tentulah tidak jelas arahnya. Berbuat kebaikan tanpa mengharapkan sesuatu merupakan suatu sikap yang tidak jelas, karena bertentangan dengan teori psikologi. Dalam teori psikologi, segala tindakan manusia memiliki motif, yang kemudian menjadi motivasi. Motivasi inilah yang menjadi bahan bakar untuk menggerakkan tubuh kita untuk melakukan tindakan. Oleh karena itu, konsep ikhlas dan konsep berbuat kebaikan tanpa pamrih adalah dua hal yang berbeda.

Dalam prakteknya, kebaikan orang-orang yang ikhlas itu ibarat susu sapi murni, sehingga jika diminum akan memberi manfaat kepada yang meminumnya tanpa efek samping. Sedangkan kebaikan orang-orang yang tidak ikhlas ibarat susu sapi yang telah terkena campuran, sehingga jika diminum walaupun memberi manfaat, namun akan memiliki efek samping. Akhir kata, konsep ikhlas memang terdengar sederhana sehingga mudah untuk diucapkan, namun relatif tidak mudah untuk dijalankan. Semoga tulisan ini bermanfaat bagi yang membacanya, dan semoga para pembaca, juga penulis sanggup untuk menerapkan sifat ikhlas.

Rabu, 11 Maret 2015

MOTIF/ MOTIVASI

Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering mendengar percakapan seperti ini:

Si A = Mau ke mana bro ?

Si B = Mau ke perpus [misalnya] dulu, bro ! [tanda seru menandakan bahwa orang yang berkata sedang bersemangat]

[Si A pun tersentak heran, sehingga memunculkan pertanyaan di dalam hati: untuk apa Si B ke perpus ?] Si A pun menanggapi:

Si A = Kau ada motif lagi kaaah ?!

[FIN]

Perkataan “kau ada motif lagi kaaah ?!” jika diartikan sama dengan motivasi. Kata itulah (motif/ motivasi) yang akan dibahas dalam tulisan ini.

Teringat seorang motivator yang baru saja terkenal, namanya Dr. Ibrahim Elfiky. Ia mengatakan bahwa sebuah hasil (baik itu positif maupun negatif) berawal dari fikiran. Siklusnya adalah dari fikiran, kemudian fikiran yang berulang-ulang menimbulkan emosi/ perasaan. Perasaan inilah yang menjadi bahan bakar penggerak tubuh. Perasaan atau emosi dalam siklus tersebut sama dengan motif/ motivasi.

Mengacu pada siklus yang dikatakan oleh Dr. Ibrahim Elfiky, maka segala tindakan kita digerakkan oleh emosi (menurut Daniel Goleman, emosi berasal dari kata muuvre bahasa inggris, move, yang artinya bergerak). Dengan begitu, jika pada saat ini kita sedang berada di rumah, lantas esok paginya kita pergi ke suatu tempat (ke tempat kerja misalnya), maka untuk sampai ke tempat kerja, tubuh kita digerakkan oleh emosi. Seseorang pergi ke suatu tempat, punya ‘motif’.

Hanya sekedar berbagi pengalaman. Saat sedang berpartisipasi dalam suatu kegiatan sosial, penulis terkadang mencoba mencari tahu motif dari orang-orang yang tergabung dalam kegiatan sosial tersebut. Entah apa yang mendasari pencarian tersebut. Mungkin karena sifat dasar kita (memiliki rasa ingin tahu). Karena hanya satu kemungkinan, jadi untuk saat ini pencarian tersebut memang didasari oleh sifat dasar kita, memiliki rasa ingin tahu. Rasa ingin tahu tersebut, jika ingin memperoleh jawaban yang mendekati kebenaran, tentunya dengan ilmu, dan ilmu yang tepat adalah sosiologi (mungkin sosiologi, muncul dari pertanyaan seperti itu: apa yang mendasari orang-orang ‘bergerak’ ?).

Sampai di sini dulu,, terima kasih karena telah menyempatkan diri untuk membaca tulisan dalam blog ini !

Rabu, 16 Juli 2014

Melakukan yang Kebalikannya...

sumber foto: pmkmipaugm.blogspot.com

Kehidupan ini begitu singkat. Kita hidup kemudian mati. Namun, hidup ini juga bisa tidak singkat, bagaikan sebuah permainan lari estafet. Kita berlari membawa sebuah tongkat, kemudian mengopernya (memberikannya) lagi ke orang lain.

Kehidupan ini dapat seperti permainan estafet jika kita mempunyai sebuah misi hidup yang panjang (besar). Sehingga kita membutuhkan regenerasi, kita membutuhkan orang lain di luar dari diri kita untuk meneruskan misi kita. Misi hidup yang panjang tidak mesti mengingkari adanya alam lain setelah kehidupan, jika misi tersebut berorientasi pada alam setelah kehidupan.

Menyangkut soal regenerasi terdapat beberapa cara yang berbeda, bahkan unik untuk setiap orang dalam mengoper (memberikan) tongkat estafetnya. Seseorang yang dulunya hidup sebagai gelandangan, masalah sehari-harinya masih berkutit pada masalah makanan, maka dalam mengoper tongkat estafetnya dia tidak akan membiarkan keturunannya seperti itu. Seseorang yang dulunya hidup sebagai orang yang kaya raya dan mendapatkan pelajaran kedisiplinan dan kehormatan namun hanya sebatas pengajaran bukan pendidikan, maka orang tersebut selanjutnya akan memberikan kebebasan kepada keturunannya. Sehingga implikasinya perhatian adalah suatu hal yang langka bagi keturunannya. Proses tersebut adalah salah satu hal yang unik dari proses pengoperan tongkat estafet.

Terkadang, seorang pengoper tongkat estafet melakukan kebalikan dari apa yang dialaminya saat berlari membawa tongkat, saat menjalani proses belajar dalam hidupnya kepada keturunannya. Hal tersebut karena orang tersebut telah belajar bahwa apa yang telah berbekas dalam proses kehidupannya tersebut adalah suatu hal yang tidak mengenakkan sehingga keturunannya tidak boleh merasakan apa yang telah dirasakannya dalam perjalanan hidupnya. Terkadang, seorang pengoper tongkat tidak bisa menyelesaikan misi hidupnya kemudian membebankannya kepada keturunannya sehingga tanpa sadar ia telah menemukan dirinya telah menjadi seorang diktator.

Sebuah generasi yang sukses, sebenarnya adalah kesuksesan generasi sebelumnya. Kesuksesan anak adalah kesuksesan orang tuanya. Kesuksesan murid adalah kesuksesan gurunya. Karena generasi sebelumnya atau pengoper tongkat estafetlah yang menciptakan (membentuk) generasi saat ini, baik secara sadar ataupun tidak sadar.

Pendidikan, regenerasi, bukanlah hal yang mudah. Kondisi generasi saat ini, adalah ciptaan dari generasi sebelumnya. Kondisi saat ini adalah keputusan yang telah dibuat baik secara sadar ataupun tidak sadar, di masa lalu. Kesimpulannya adalah saat menjadi pengoper tongkat estafet, kesadaran penuh bahwa kita adalah penentu kondisi di kemudian hari adalah hal yang utama.

Salam, semoga bermanfaat…

Selasa, 13 Mei 2014

Mengatasi Keresahan Malam Hari

 sumber foto: http://iwak.info

Malam ini begitu sunyi. Sekarang sudah hampir pukul 1. Sebagian orang memanfaatkan waktu seperti saat ini untuk tidur, yang lain memanfaatkannya untuk belajar, sebagian lainnya memanfaatkannya untuk bersenang-senang dan sebagian lainnya lagi memanfaatkannya untuk menulis.

Malam hari merupakan fenomena alam yang mengajarkan kita arti keadilan. Bukan hanya kita yang membutuhkan cahaya, tapi orang lain di belahan bumi lain juga membutuhkannya. Bumi berputar untuk mengajarkan kita arti keadilan.

Sekarang sudah pukul 1 lewat 20 menit. Itu artinya waktu telah berlalu sekitar 20 menit dan ide pun belum muncul di kepala. Hal tersebut menandakan bahwa ide adalah sesuatu yang tidak mudah didapatkan. Oleh karena itu, patutlah kiranya jika kita menghargai ide yang muncul di kepala kita. Kita tidak boleh membuang ide kita begitu saja tanpa mempertimbangkannya terlebih dahulu. Ide butuh untuk dihargai.

Sekarang sudah pukul 1 lewat 30 menit. Waktu telah berlalu 10 menit. Waktu adalah sesuatu yang berharga. Kita harus menggunakannya sebaik mungkin, karena kita tidak bisa mengendalikannya. Kita dapat menjinakkan hewan, membudidayakan tumbuhan, tapi kita tidak bisa mengendalikan waktu. Begitu berharganya waktu sehingga kita tidak diberi kuasa untuk mengendalikannya.

Sekarang pukul 1 lewat 50 menit, ide telah muncul. Cobalah sejenak kita memikirkan laut di kala malam hari. Gunakanlah imajinasi untuk dapat berada di laut saat ini dan berfikir untuk mencoba menyelam ke dalamnya. Begitu menakutkan, begitu menegangkan. Saat kita berada di dalam laut, maka tidak ada cahaya, sedangkan di samping kiri kanan kita ada ikan hiu dengan gigi-giginya yang tajam yang siap untuk memangsa kita. Jika kita sungguh berada di laut pada malam hari, beranikah kita untuk menyelam ke dalamnya ?

Ide yang baru saja muncul adalah mengenai laut di kala malam hari. Begitu hebatnya otak ini, sehingga dengan hanya memikirkan laut di kala malam hari, maka dengan cepat hal lain yang berhubungan dengan hal tersebut muncul. Hal yang dimaksud adalah pemikiran orang dahulu.

Zaman dulu, orang-orang berfikir secara mitologi. Penyebab guntur, penyebab gempa, penyebab hujan, semua itu datangnya dari dewa. Dahulu kala orang-orang percaya akan adanya dewa. Sehingga mereka harus melakukan sesuatu untuk menyenangkan hati dewa. Mereka takut terhadap dewa, mereka takut terhadap alam.

Zaman prasejarah mesolitik, orang-orang tidak berani berada di luar rumah saat malam hari karena pada saat malam hari, tidak ada cahaya. Sebelum matahari terbenam, mereka segera masuk ke dalam rumah, mereka berhenti beraktifitas. Waktu terus berlalu, dan mereka menemukan alternatif cahaya, yaitu api. Mereka telah menemukan api.

Ketakutan terhadap malam hari pun hilang. Paradigma mereka mengenai malam hari telah berubah. Mereka mulai menemukan keindahan di kala malam hari, yaitu memandangi bulan dan bintang-bintang yang bergelantungan di langit.

Ketakutan penulis terhadap laut di kala malam hari sama halnya dengan ketakutan yang dialami oleh orang-orang dulu untuk keluar rumah pada malam hari sebelum ditemukannya api. Ketakutan dapat ditaklukkan dengan pengetahuan dan keberanian. Saat kita memberanikan diri untuk menyelam ke dalam laut di kala malam hari dan tidak ada ikan hiu di samping kiri kanan kita, maka ketakutan terhadap laut di kala malam hari akan hilang. Saat kita memperoleh pengetahuan tentang ikan hiu, maka ketakuan terhadapnya akan hilang dan kita akan berani mendekatinya.

Begitu hebatnya otak ini, dengan hanya memikirkan suatu hal, maka hal lain yang berhubungan akan terfikirkan. Kita hanya perlu menjelaskan bagaimana hubungan antara hal-hal tersebut.

Sekarang sudah pukul 2 lewat 48 menit. Sebenarnya tulisan ini muncul karena keresahan penulis akan aktivitas-aktivitas yang telah penulis lakukan. Apakah aktivitas yang telah dilakukan selama seharian sudah produktif ? Apakah aktivitas yang telah dilakukan selama seharian sudah berkualitas ? Sehingga dalam waktu memikirkan hal-hal tersebut, ide untuk menulis muncul. Tulisan ini ditulis apa adanya, untuk menghilangkan keresahan akan hal-hal tersebut.

Selasa, 04 Maret 2014

BENUA


Sebagaimana yang kita pahami bersama, benua atau yang bahasa Inggrisnya continent adalah daratan yang sangat luas. Luas daratan di bumi ini mencapai 148.940.000 km2 atau 29,2% dari luas bumi. Masih banyak misteri yang belum terungkap dari bumi ini. Karena rasa ingin tahunya, orang-orang meneliti bumi yang sangat luas ini. Karena akalnya, maka muncullah berbagai ilmu yang ‘hanya’ untuk mempelajari bumi ini. Ilmu yang paling umum adalah geografi, yang berasal dari kata geo dan graphien. Sebagaimana yang kita pahami bersama, terdapat berbagai cabang dari ilmu geografi, yaitu geografi fisik, geografi manusia, geografi teknik dan geografi wilayah. Geografi fisik, ilmu geografi yang mengkhususkan diri pada fisik bumi, yaitu: litosfer (kerak bumi atau lapisan terluar bumi), hidrosfer (air), atmosfer (udara) dan biosfer (lingkungan hidup). Pengkhususan litosfer terbagi menjadi geomorfologi, geologi, dan ilmu tanah. Pengkhususan hidrosfer terbagi menjadi hidrologi (siklus air) dan oseanografi (samudra). Pengkhususan atmosfer terbagi menjadi meteorologi (cuaca) dan klimatologi (iklim). Pengkhususan biosfer terbagi menjadi zoogeografi dan fitogeografi. Geografi manusia, ilmu geografi yang mengkhususkan diri pada manusia dan terbagi menjadi lima, yaitu: geografi ekonomi, geografi sosial, geografi politik, geografi industri dan demografi (kependudukan). Geografi teknik, terbagi menjadi kartografi (ilmu mengenai peta) dan pengindraan jauh. Geografi wilayah, terbagi menjadi tiga, yaitu geografi desa, geografi kota dan geografi regional. 

Sungguh pengetahuan-pengetahuan yang telah diperoleh para ahli masih belum mencukupi buktinya. Beberapa ahli telah menggagas idenya tentang proses terjadinya bumi. Para ahli tersebut adalah Alfred Wegener, Descartes, Eduard Suess, dan James Dana. Alfred Wegener menggagas bahwa bumi ini dahulu hanya terdiri dari satu benua, yaitu benua Pangaea (yang artinya keseluruhan bumi). Benua tersebut kemudian mengembang, berpisah, sehingga daratan bumi terlihat seperti yang ada sekarang. Gagasan itu berdasar pada garis pantai benua (sub kontinen), seperti Afrika, Amerika, Australia, India dan Antartika, yang memiliki keserasian. Layaknya sebuah permainan puzzle, jika benua-benua tersebut saling didekatkan, maka akan terlihat satu kesatuan daratan. Descartes menggagas bahwa bumi ini mengalami penyusutan karena perubahan suhu dari panas menjadi dingin. Perubahan suhu tersebut yang menyebabkan terjadinya gunung-gunung. Eduard Suess menggagas bahwa bumi dahulu terdiri dari dua benua, yaitu Laurasia dan Gondwana (hasil pengembangan dari benua Pangaea). Gagasan ini merupakan pengembangan dari gagasan Alfred Wegener. James Dana menggagas bahwa bentang alam bumi terbentuk dari pelapukan dan erosi. Bumi ini sangatlah luas, sehingga usaha untuk membuat teori seperti yang telah diusahakan para ahli haruslah disertai dengan fakta-fakta atau dasar-dasar yang sangat banyak, tidak hanya seperti yang dipaparkan para ahli (pendapat pribadi penulis). Selain itu, terdapat perihal mengenai asal bumi di dalam Al-qur’an, yaitu bumi ini berasal dari air. 

Adapun gagasan yang unik, hanya bersifat candaan yang cukup menggelikan dalam tulisan ini, mengenai proses terbentuknya benua. Gagasan ini juga berdasar pada gagasan Alfred Wegener. Penyebab terbentuknya benua seperti sekarang ini adalah ulah seekor tupai yang berniat untuk hanya sekedar meletakkan kacangnya di atas daratan (Pangaea). Namun, ternyata kacang itu diletakkan pada titik paling rapuh bumi sehingga dari titik paling rapuh itu, daratan terbelah. Tupai itu pun terjatuh bersama kacangnya pada kedalaman bumi, hingga inti bumi. Saat sampai di inti bumi, kacangnya menggelinding dan tupai itu pun mengejarnya sehingga inti bumi berputar-putar. Berputar-putarnya inti bumi kemudian membuat daratan menjadi terbelah-belah, mengembang. Karena tidak ingin berpisah dengan sumber makanannya, para Jerapa menggigit makanannya itu agar mereka tidak berpisah dari sumber makanannya. Akan tetapi karena gerakan terbelahnya bumi sangat kuat, maka para Jerapa akhirnya berpisah dari makanannya dan lehernya menjadi panjang saat mempertahankan makanannya itu (teori mengapa leher Jerapa panjang). Gagasan ini dapat dilihat pada film Ice Age 4. Pada awalnya, penulis bertanya dalam hati: apa menariknya film itu? Mengapa film itu dapat menjadi film yang ditayangkan di bioskop? Film-film bioskop kan film-film yang bagus. Namun, setelah menonton film tersebut dua kali, pertanyaan penulis akhirnya terjawab. Ice Age 4 adalah mungkin sebuah film yang bersifat saintis (ilmu pengetahuan alam) yang dikemas dalam bentuk humoris. Sepertinya ada pesan-pesan yang secara tidak langsung disampaikan melalui film tersebut. Jika tidak teliti, sifat saintis dari film itu kemungkinan tidak didapatkan. Film Ice Age 4 inilah yang memunculkan ide tulisan yang berjudul benua ini. 

Musim, Cuaca dan Iklim 

Tanpa ke luar angkasa pun, kita dapat mengetahui bahwa bumi berbentuk bola (bulat), tidak berbentuk bulat sempurna, posisinya di galaksi tidak berdiri tegak melainkan miring 23,5°, berotasi dan berrevolusi berlawanan arah jarum jam atau dari arah barat ke timur, dan lain-lain. Semua pengetahuan itu berkat penelitian-penelitian yang memiliki sejarah yang cukup panjang oleh para ahli. 

Untuk mempelajari bumi, para ahli memberi garis khayal pada bumi, yaitu garis lintang (horizontal) dan garis bujur (vertikal). Perbedaan keletakan garis bujur dari suatu daratan menyebabkan perbedaan waktu sedangkan perbedaan keletakan garis lintang menyebabkan perbedaan musim dan iklim. Posisi bumi terhadap matahari menyebabkan terjadinya perbedaan musim dalam satu tahunnya (satu putaran bumi mengelilingi matahari atau satu kali revolusi). Karena negara Indonesia berada pada garis lintang 0°, maka negara tersebut ataupun daratan-daratan lain, menerima panas dari bumi secara tegak lurus, sehingga hanya terdapat 2 musim, yaitu musim hujan dan musim kemarau. Posisi bumi terhadap matahari pun mengakibatkan terjadinya perbedaan iklim (keadaan cuaca dalam lingkup daerah yang cukup luas selama kurang lebih 30 tahun), yaitu iklim tropis pada 23,5° LU sampai 23,5° LS, iklim sub tropis pada 23,5° LU sampai 40° LU dan 23,5° LS sampai 35° LS, iklim sedang pada 40° LU sampai 60,5° LU dan 35° LS sampai 66,5° LS, iklim dingin yang berada pada kedua kutub bumi. 

Cuaca adalah kondisi udara suatu daerah (tidak luas) dalam jangka waktu satu hari (bumi berotasi satu kali 360°). Selain penyebab posisi bumi terhadap matahari (iklim matahari), kondisi spesifik suatu daratan juga memberi pengaruh terhadap cuaca (iklim fisis), yaitu iklim lautan, iklim dataran rendah, iklim dataran tinggi dan iklim gunung. Selain pembagian iklim tersebut, para ahli juga mengklasifikasikan iklim yang salah satunya adalah berdasarkan curah hujan (Schmidt –Ferguson). Dalam klasifikasi Mohr, bulan diklasifikasikan berdasarkan jumlah curah hujan hariannya (banyaknya hujan yang jatuh pada bumi dalam satu hari). Jika dalam satu bulan, hujan yang jatuh ke suatu daerah jumlahnya adalah lebih kecil dari 60 mm, maka bulan tersebut dikatakan bulan kering karena jumlah hujan yang turun tergolong sedikit. Jika dalam satu bulan, hujan yang turun berjumlah 60 hingga 100 mm, maka bulan tersebut dikatakan bulan lembab dan jika dalam satu bulan hujan yang turun berjumlah lebih dari 100 mm, maka bulan tersebut dikatakan bulan basah karena hujan yang turun dianggap banyak. Klasifikasi Mohr tersebut kemudian digunakan oleh Schmidt dan Ferguson untuk membagi iklim. Schmidt dan Ferguson membagi iklim menjadi delapan, yaitu iklim tipe A (sangat basah), tipe B (basah), C (agak basah), D (sedang), E (agak kering), F (kering), G (sangat kering), dan H (luar biasa kering). Rasa ingin tahu terhadap iklim, memunculkan ilmu klimatologi sedangkan rasa ingin tahu terhadap cuaca memunculkan ilmu meteorologi. 

Adapun daratan yang berada di kutub utara dan kutub selatan mempunyai iklim yang sama (iklim dingin) namun berbeda. Jika dibandingkan antara daratan di kutub utara dengan daratan di kutub selatan, maka suhu yang berada di kutub selatan lebih dingin dari suhu di kutub utara. Hal tersebut juga disebabkan oleh kemiringan 23,5° bumi. Diperolehnya sedikit sinar dari matahari mengakibatkan suhu daratan kutub utara sedikit lebih tidak dingin dari suhu daratan kutub selatan. Hal tersebutlah yang membuat daratan di kutub utara lebih diminati oleh makhluk hidup (manusia, hewan dan tumbuhan) daripada daratan di kutub selatan. 

Empat Elemen: Udara, Air, Tanah dan Api 

Menurut mitos Cina Kuno, api murni berasal dari Naga. Namun menurut penulis api murni berasal dari matahari. Matahari lebih besar dan memiliki bentuk yang serupa dengan bumi. Benda langit inilah yang memungkinkan terjadinya kehidupan di bumi, dan interaksi antara matahari dengan bumi menentukan kondisi bumi. Garis edar bumi yang mengelilingi matahari tidaklah berbentuk lingkaran sepenuhnya, melainkan berbentuk elips. Hal tersebut yang menyebabkan terkadang dalam beberapa bulan terasa sangat panas, saat itulah jarak terdekat bumi dengan matahari. 

Tanah merupakan rumah bagi flora dan tempat berpijak bagi fauna dan manusia. Tiap-tiap daratan memiliki kandungan tanah yang berbeda-beda. Hal tersebut kemudian mengakibatkan perbedaan jenis-jenis tumbuhan antar daerah maupun perbedaan kualitas. Untuk mengatasi kandungan tanah yang tidak mendukung ataupun untuk meningkatkan produksi tanaman dalam suatu daerah, maka dibuatlah pupuk untuk memanipulasi kandungan tanah. Namun, pupuk juga memiliki efek samping yang tidak baik bagi tanaman. Berdasarkan hasil penelitian, pemberian pupuk akan menurunkan kualitas tanah sehingga kandungan nutrisi tanaman akan berkurang. 

Pepatah lama mengatakan bahwa air itu abadi. Hal tersebut ada benarnya, berdasarkan hasil penelitian terdapat sebuah fenomena alam: siklus hidrologi. Air di bumi terbagi menjadi dua, yaitu air laut dan air tawar, yang sudah menjadi pengetahuan umum (common sense). Dalam kitab Al-Qur’an pun dinyatakan bahwa air laut dan air tawar tidak akan pernah menyatu. Pernyataan tersebut menunjuk pada air payau, sebuah lingkungan hidup perairan yang menghasilkan hewan perairan yang khas. Menurut gagasan para ahli, struktur air dapat dirubah sehingga menjadi obat suatu penyakit. Airlah juga yang menjadi kebutuhan dasar makhluk hidup. Tanpa makanan manusia dapat bertahan selama sekitar satu minggu sedangkan tanpa air manusia tidak dapat bertahan lebih lama. Terlebih tanpa udara. 

Udara merupakan elemen alam yang paling rumit, karena kasat mata. Namun, walaupun seperti itu udara adalah nyata, memiliki struktur, memiliki massa. Interaksi antara matahari dengan udara bumi mengakibatkan suhu permukaan bumi berbeda-beda. Dalam sebuah teori (suhu udara vertikal) dikatakan bahwa setiap naik 100 m, maka suhu udara akan berkurang sebanyak 1°C, setiap turun 100 m suhu udara akan bertambah sebanyak 1°C. Selain suhu udara secara vertikal, suhu udara juga menyebar secara horizontal. Tiap-tiap daratan memiliki suhu yang berbeda-beda yang disebabkan oleh perbedaan intensitas penyinaran atau sudut datang sinar matahari. Penyinaran matahari terhadap bumi kemudian memberi pengaruh terhadap kandungan udara atau massa udara pada masing-masing daratan. 

Hal tersebut yang kemudian mengakibatkan terjadinya angin atau udara yang bergerak. Seperti halnya air yang bergerak dari dataran tinggi ke dataran rendah, udara pun bergerak, dari daerah yang bertekanan tinggi (suhu udara rendah) ke daerah yang bertekanan rendah (suhu udara tinggi). Selain itu udara juga mengandung zat air yang telah berubah wujud dalam bentuk gas (uap). Zat air yang dikandung udara kemudian menentukan kelembabannya. Namun zat air yang dapat dikandung oleh udara juga terbatas. Apabila zat air yang dikandung oleh udara telah penuh, maka uap air akan berubah wujud kembali menjadi air dalam bentuk embun. 

Berbagai Macam Sub Kontinen 

Sub kontinen atau daratan hasil pecahan benua, berada di atas perairan yang kemudian dinamakan pulau. Sub kontinen (pulau) yang terbentuk dari pecahan benua menghasilkan pola tertentu, yaitu island, a chain of island dan archipelago (arc). Suatu pulau disebut island jika hanya terdiri dari satu pulau. Suatu pulau yang terletak bersama dengan pulau-pulau lain dan terletak secara berantai, berjejer atau berderet, maka kepulauan itu disebut a chain of island, dan jika suatu kepulauan mempunyai keletakan pulau yang tidak beraturan, maka pulau itu disebut archipelago (seperti kepulauan Indonesia). 

Penutup 

Menurut penulis, tulisan ideal adalah tulisan yang memiliki bagian pendahuluan atau pengantar, isi dan penutup. Bagian pendahuluan atau pengantar berfungsi untuk mengantar pembaca menuju pembahasan atau agar pembaca tidak ‘kaget’. Bagian isi dari tulisan ini membahas benua, akan tetapi terdapat juga bagian yang membahas mengenai empat elemen: udara, air, tanah dan api yang mungkin tidak berhubungan dengan topik pembahasan, namun penulis merasa ingin untuk menuliskannya. Oleh karena itu pada bagian tersebut tulisan terkesan terburu-buru. 

Tulisan adalah komunikasi antar penulis dan pembaca. Komunikasi ideal menurut penulis adalah komunikasi yang tidak hanya mengandung bagian pendahuluan, isi dan penutup. Akan tetapi juga dilihat dari feedback atau tanggapan dari pembaca. Hal tersebutlah yang juga dapat dikatakan sebagai tolak ukur utama dari sebuah komunikasi. Oleh karena itu, setelah membaca tulisan ini, mohon untuk memberi tanggapan atau komentar. Sekian dan terima kasih.

Sabtu, 09 November 2013

Sebuah Cerpen: BELAJARLAH UNTUK MENDENGARKAN

 
sumber gambar: galery-lukisan.blogspot.com
Zaman dahulu, terdapat sebuah perguruan bela diri yang terletak di daerah pegunungan. Dalam perguruan itu terdapat fasilitas-fasilitas hunian: kamar tidur, ruang makan, dapur, dan tempat cuci pakaian, yang disediakan untuk murid-murid. Dalam perguruan itu, murid-murid dikarantina dengan tujuan dihasilkannya murid-murid yang berkualitas. Latihan diadakan tiga kali sehari: pagi, sore dan malam. Pagi adalah latihan untuk meningkatkan kekuatan (power), sore adalah latihan untuk meningkatkan kecepatan (speed), dan malam adalah latihan untuk mengembangkan teknik (techniques) bertarung. Inti dari semuanya adalah power, speed, techniques. Akan tetapi latihan dapat dikatakan tidak hanya di tiga waktu itu saja, melainkan latihan adalah di setiap saat. Semua murid, pada kedua tangan dan kedua kakinya dipasangkan pemberat, masing-masing 10 Kg, total berat 40 kg. Pemberat itu tidak boleh dilepas, baik itu di waktu latihan maupun di saat bukan waktu latihan. Mencuci, makan, tidur, harus memakai pemberat itu. Jika melepas pemberat itu, murid dianggap gagal, dan dikeluarkan dari perguruan. Kedisiplinan sangat ditekankan dalam perguruan ini.

Seorang murid yang tergolong unik dalam perguruan itu merasa berberat hati dengan pemberat itu. Ia selalu bertanya-tanya dalam hati: “mengapa pemberat ini tidak boleh dilepas !?”. Murid-murid yang telah dikarantina dan kemudian diikutkan dalam turnamen, kabarnya hanya sampai ke gurunya. Kabar mereka terputus sampai di situ. Murid-murid dikarantina harus menggunakan pemberat selama dua tahun, karena turnamen diadakan sekali dalam dua tahun. Turnamen itu bernama Turnamen Arsipelago, yang diambil dari bentuk kepulauan yang terdiri dari pulau-pulau yang tersebar tidak beraturan. Perguruan-perguruan yang terdapat dalam kepulauan tidak hanya perguruan itu. Terdapat juga perguruan-perguruan lain. Dalam sebuah pulau terkadang terdapat dua, tiga, ataupun empat perguruan. Pulau tempat perguruan itu berada sendiri, hanya ada satu perguruan.

Latihan di waktu sore hari tiba. Di saat murid yang unik itu sudah merasa sangat tersiksa dengan pemberat di kedua tangan dan kakinya, ia melontarkan pertanyaan kepada gurunya: “mengapa pemberat ini tidak boleh dilepas, padahal ini adalah waktu untuk melatih kecepatan !?”. Suasana pun menjadi hening, murid-murid lain terdiam. Guru lalu menantang murid itu untuk bertarung, dan dengan percaya diri murid pun menerima tantangan itu. Selang beberapa detik, murid itu terhempas ke permukaan tanah. Ia lalu mengatakan: “aku kalah karena pemberat ini !”. Guru itu lalu menantangnya lagi dan murid pun bertanya: “apakah aku dapat melepas pemberat ini ?”. Guru: “tidak”. Dengan emosi yang meningkat, murid itu menerima tantangannya. Kurang dari waktu pertarungan sebelumnya, ia terhempas lagi ke permukaan tanah. Pertarungan itu sekaligus mengakhiri latihan pada sore itu. Murid itupun dengan perasaan kesal meninggalkan tempat latihan. Setelah itu, di waktu istirahat setelah latihan di malam hari, dia merenung-renung, gelisah, memikirkan turnamen yang sudah semakin dekat. Dia tidak mengenal sedikitpun lawannya. Dia tidak mengetahui sedikitpun bagaimana latihan yang telah dijalani orang-orang yang akan menjadi lawannya di turnamen nanti.

Turnamen sudah semakin dekat. Hanya beberapa di antara murid-murid yang diikutkan, dan salah satunya adalah murid yang unik itu. Porsi latihan mereka ditingkatkan, yang sebelumnya selama tiga jam, kini empat jam. Sehingga total waktu latihan adalah 12 jam. Murid yang unik itu sanggup menjalani latihan hingga pada akhirnya tiba turnamen. Mereka yang terpilih, berangkat bersama gurunya ke pulau tempat diadakannya turnamen. Selama turnamen, di perguruan itu yang melatih adalah asisten guru. Murid-murid dari seluruh perguruan berkumpul di pulau tempat diadakannya turnamen. Di pulau itu disediakan sebuah tempat penginapan untuk para peserta yang akan mengikuti turnamen. Turnamen dimulai dua hari setelah para peserta dari pulau-pulau telah berkumpul, karena satu hari digunakan untuk menyusun jadwal turnamen, dan satu hari digunakan untuk beristirahat. Malam hari sehari sebelum turnamen, jadwal telah berada di tangan para peserta. Murid yang unik itu mendapat giliran pada siang hari, sedangkan teman yang lainnya pada pagi, sore dan malam hari.

Turnamen pun dimulai, kini tiba giliran murid yang unik itu untuk bertarung. Melihat lawannya, rasa takut pun menyebar ke seluruh tubuhnya. Lawannya itu lebih tinggi dari dia, otot-ototnya sungguh mengerikan, ditambah lagi raut wajahnya yang menggambarkan hasrat untuk membunuh. Sepertinya dia dilatih untuk membunuh. Dia lalu mengatakan kepada gurunya: “guru, saya takut menghadapi lawanku”. Gurunya lalu mengatakan: “semua orang pernah mengalami rasa takut. Jika kau dapat mengalahkan rasa takutmu, maka kau adalah pemberani. Akan tetapi jika kau memang benar-benar merasa takut dengan lawanmu itu, maka tidak apa-apa jika kau mentolerir rasa takutmu itu. Mungkin dapat dengan cara jangan menatap matanya, cukup dengan memperhatikan gerak-geriknya saja”. Murid itu pun lalu menarik nafas yang panjang lalu menghembuskannya. Dahinya lalu berkerut dan kembali berkata kepada gurunya: “guru, saya masih merasa takut”. Gurunya pun sambil tersenyum berkata: “silahkan buka pemberatmu”. Murid itupun lalu tersentak, berdebar-debar, akhirnya dia bisa membuka pemberatnya itu, setelah dua tahun lamanya. Rasa takut yang telah dirasakannya kini telah terabaikan. Murid itu pun melepaskan pemberatnya. Ia lalu berjalan menuju ke tengah-tengah arena. Saat berjalan dia merasa seperti kaki dan tangannya tidak ada. Kaki dan tangannya terasa sangat ringan dibawanya. Dia pun berkata dalam hati: “inikah tujuan kami diberi pemberat selama dua tahun lamanya ?”. Kekuatan kini menyebar ke seluruh tubuhnya.

Wasit mengangkat tangan ke atas, keduanya memasang kuda-kuda, pertarungan pun dimulai. Lawannya melepaskan tendangan ke arahnya, saat itupun dia menghindar dan membaca gerakan lawannya. Setelah kakinya sampai ke tanah, lawan melancarkan lagi tinju ke arahnya dan dia menghindar dan dapat membaca gerakannya lagi. Lawannya itu terheran-heran dengan kecepatan murid itu. Pertarungan pun berlangsung selama beberapa menit, dan murid itu belum juga menyerang, melainkan hanya menghindar. Beberapa menit yang telah berlalu itu digunakannya untuk membaca gerakan lawannya. Lawannya itu gerakannya tidak cepat, tidak memiliki teknik, dia hanya mengandalkan kekuatan. Dia kurang bisa menggunakan kaki kirinya, dia lebih sering menggunakan kaki tangannya. Saat kaki kanannya berada di belakang, maka itu yang akan digunakan untuk menendang. Saat kaki kirinya berada di belakang, maka kaki kanannya pula yang digunakan untuk menendang. “Saat badannya sedikit membungkuk, itu artinya ia akan melancarkan tinju ke arah wajahku”. Untuk melancarkan tendangan, mengangkat kaki dari tanah ke arahku, ia membutuhkan waktu sekitar satu detik dan tidak ada keseimbangan pada saat itu. “Akan tetapi, jika saya terkena serangannya satu kali saja, maka itu adalah hal yang gawat bagi saya”. “Kini saatnya menyerang !”. Sadar akan kelebihan kecepatan yang dimilikinya, ia memasang kuda-kuda kaki kanan di depan saat melihat lawannya itu memasang kuda-kuda dengan kaki kanan di depan dan badannya tidak membungkuk. Saat sudah melihat tumit kanan lawannya mulai terangkat, dia langsung melancarkan tendangan ke arah rusuk lawannya, dia pun memperoleh satu poin. Wasit memisahkan mereka, lalu memberi aba-aba lagi untuk memulai. Saat itu lagi-lagi tendangan dilancarkan ke rusuk lawannya itu dan dia mendapatkan satu poin lagi. Kemudian lawannya lalu memasang kuda-kuda dengan kaki kanan di belakang dan tidak membungkuk, karena itu murid itu memasang kuda-kuda dengan kaki kanan di depan dengan maksud untuk menjatuhkan lawannya itu ke tanah. Saat lawannya melancarkan tendangan ke arahnya, ia lalu mengangkat kaki kanannya lalu dengan cepat menempelkan kakinya ke dada lawannya kemudian mendorongnya. Lawannya itu lalu kehilangan keseimbangan, tendangpun lalu dilancarkan lagi. Tendangan itu bagaikan sebuah cangkul menyerang dada lawannya, dan lawannya pun terjatuh ke tanah, murid itu pun mendapatkan satu poin lagi, dan memenangkan permainan.

Selama turnamen, dia berhadapan dengan berbagai macam orang. Ada yang kecepatannya lebih dari dia, yang teknik bertarungnya sangat mengagumkan, yang sangat cerdik, yang semangat bertarungnya sangat besar dan yang menjadi lawan terakhirnya adalah yang lebih hebat dari dia. Dalam hal power, speed dan techniques, murid itu dikalahkan. Akan tetapi dengan arahan dari gurunya, dia pada akhirnya dapat memenangkan permainan, dan turnamen. Dia mendapatkan juara pertama dalam turnamen itu. Piala, medali serta uang pun diberi kepada murid itu yang memang berhak didapatkannya karena perjuangan yang telah dilakukannya. Seluruh peserta pun kembali ke perguruannya masing-masing, begitupun dengan murid-murid dari perguruan itu. Perjalan dari pulau tempat diadakan turnamen ke tempat perguruannya membutuhkan waktu tiga jam.

Sesampainya di tempat perguruan, orang-orang bersorak-sorak gembira atas nama baik yang dibawa oleh murid-murid yang pulang dari turnamen. Kini tiba saatnya pelepasan. Murid-murid yang tidak ikut turnamen, diperbolehkan untuk pulang, diperbolehkan pula untuk tinggal, sehingga beberapa di antara mereka ada yang memilih untuk pulang dan juga ada yang memilih untuk tetap tinggal untuk dapat mengikuti turnamen dua tahun ke depan. Suasana saat itu sangat mengharukan. Murid-murid yang telah ikut di turnamen diberi selembar kertas kecil yang baru boleh dibuka saat mereka telah sampai ke daerah asalnya. Masing-masing isi dari kertas kecil itu berbeda-beda untuk tiap-tiap murid. Kertas kecil itu berisi sebuah pelajaran, sebuah pesan yang ditulis berdasarkan perilaku murid-murid itu dalam menjalani latihan selama dua tahun.

Murid yang tergolong unik itu pun sudah berada di atas perahu. Terlintas dalam benaknya untuk membuka kertas kecil itu, akan tetapi dia teringat kata-kata gurunya untuk baru membukanya jika sudah sampai di daerah asal masing-masing. Ia lalu bersandar di sebuah box yang di dalamnya adalah pemberat-pemberatnya. Perjalanan dari perguruan menuju daerah asalnya membutuhka waktu sekitar empat jam. Tak terasa malam sudah tiba dan dia pun sudah sampai di daerah asalnya. Ia lalu mengangkat box yang di dalamnya pemberat-pemberatnya dan membawanya ke dalam kamarnya. Sesampainya di dalam kamar, ia lalu merobohkan tubuhnya ke tempat tidur lalu melemaskan badannya. Saat itu pun rasa sakit baru terasa di seluruh tubuhnya. Dengan cahaya bulan yang masuk ke dalam kamarnya, dia melihat luka-luka memar di tangan dan kakinya. Saat itu pun dia merasa bangga terhadap dirinya akan perjuangan yang telah dilakukannya, akan pengorbanan yang telah dilakukannya selama dua tahun, sembari mengatakan: “sepertinya saya butuh istirahat selama seharian”. Saat itu, dia mengambil kertas kecil yang diberikan oleh gurunya dan dengan rasa penasaran membukanya. Dalam kertas itu tertulis sebuah kalimat: “BELAJARLAH UNTUK MENDENGARKAN”. Melihat kalimat itu, murid itu lalu teringat akan semua perilakunya terhadap gurunya, dan pada saat yang bersamaan dia membuka boxnya lalu mengambil pemberat-pemberat yang ada di dalamnya kemudian memajangnya di dinding kamarnya lalu mengatakan: “ini adalah pengalaman hidupku yang paling berkesan, dan yang mungkin tak akan pernah kulupakan”.

Sabtu, 28 September 2013

Sebuah Karangan

sumber gambar: http://pixabay.com

Tulisan ini terinspirasi dari sebuah buku berjudul Manusia, Kebudayaan, dan Lingkungannya—editor: Dr. Parsudi Suparlan. Setelah membaca bagian-bagian awal buku itu, saya bertanya-tanya. So what ? Jadi kenapami ? Pada bagian-bagian awal tulisan itu dibahas keutamaan manusia. Pada bagian itu dibahas perbedaan manusia dengan hewan. Manusia itu secara biologis masuk dalam kategori hewan. Keutamaan manusia dibahas panjang lebar, hingga akhirnya saya bosan dan sudah tidak sabar untuk mendapatkan apa yang saya cari. Saya lalu menggunakan teknik membaca cepat, namun walaupun begitu, saya tetap tidak mendapatkan suatu kesimpulan, suatu tujuan tulisan. Di saat yang bersamaan, saya teringat sebuah kalimat di kata pengantar buku itu bahwa buku ini merupakan kumpulan dari berbagai karangan. Fikiranku teralihkan di kata karangan itu. Karangan menurut saya adalah sebuah tulisan yang dibuat tanpa tujuan, atau mungkin tulisan yang dibuat hanya karena mau menulis saja. Itulah yang membuat ide tulisan ini muncul. Tulisan ini dibuat, hanya karena mau menulis saja.

Sehabis sholat Magrib saya punya ide untuk makan pangsit di dekat rumah. Tempat makan itu banyak pelanggannya, sehingga untuk menunggu pesanan, dibutuhkan kesabaran. Menunggu adalah suatu hal yang tidak menyenangkan bagi saya. Sehingga ketika hal itu terjadi saya harus melakukan suatu hal yang lain. Sambil menunggu pesanan saya mengambil yang bisa saya makan dulu di depan meja, dan kebetulan yang ada di depan meja itu lontong dan lombok, ha ha ha..

Pesanan pun datang, saya lalu dengan lahap makan pangsit. Sambil makan, saya melirik sepasang suami-istri dan seorang anaknya. Suami itu memberi istrinya uang, dialog pun terjadi:

Suami: ine! (ini !)
Istri: singkammaji ?! (sebegini ji ?!)
Suami: [silence and keep smile]
Istri: punna singkammaji nusareanga’ namakkalliko manggeku. (kalau sebegini ji yang kau kasi ke saya diketawaiko bapakku)
Suami: [silence, keep smile] dan bakar rokok.
Itulah fenomena sosial. Ada pelajaran yang bisa dipetik dari situ.

Saya mau bahas lagi kepemerintahan pemerintah kota Makassar dalam paragraf ini atau mungkin akan meluas menjadi dua paragraf. Cekidot. Itu pemkot ka bikin emosi juga. Masa’ itu kontener sampah di dekat rumah, besar sekali. Besar dan tinggi. Naanggapki’ barangkali orang barat (yang tinggi-tinggi), itu. Biasa kalau buang sampah ka tidak kubuang di dalam kontener tapi kutaro’ di tanah saja. Memang ia ada untungnya karena dengan kontener sampah yang lebih besar jangka waktu untuk mengangkut kontener itu lebih panjang, sehingga uang solar untuk mobil pengangkut bisa lebih hemat. Tapi, kita cika’, nusessaki’. Itu tukang sampah juga nusessai. Pasalnya, bukan cuma saya yang begitu. Orang lain pun seperti saya. Sehingga tukang sampah itu harus mengangkut sampah-sampah dari tanah ke kontener sampah. Pasti mengeluhki itu tukang sampa ya juga. Saya jadi teringat kata-kata dosen saya: “kalau dalam suatu organisasi, bagian terkecil dari organisasi itu sudah mengeluh, maka organisasi itu ada yang tidak beres”.

Masa ini adalah masa-masa skripsi, bagi saya. Saya mau ‘cepat’ sarjana karena beberapa alasan. Alasan pertama, tinggal dua mami mata kuliah wajibku, jadi untuk apa lagi tinggal-tinggal. Alasan ke dua tuntutan dari PA. Alasan ke tiga tuntutan finansial. Tapi kata cepat mungkin tidak tepat. Karena katanya PA-ku itu periode waktu dibuat maksudnya sebagai tolak ukur kemampuan mahasiswa. Waktu yang selebihnya itu adalah toleransi. Jadi kata cepat jika sarjana pada semester 9 (4 ½ tahun) itu tidak tepat karena memang sudah seharusnyami. Akan tetapi di masa ini fikiran saya teralihkan ke suatu hal yang baru, padahal proposal penelitian sudah harus segerami dikumpul. Oleh karena itu, ini mi besok mauka ke rumahnya temanku kerja BAB I ku. Ha ha ha...

Saya mau tulis tentang Bunker. Manifestasi dari strategi bertahan bangsa Jepang menjelang kekalahannya. Menurut saya ada tiga model berperang. Pertama model menyerang, ke dua model bertahan, dan ke tiga model counter-attack. Pada awal-awal perang pasifik, bangsa Jepang menggunakan model berperang menyerang. Dia contoh model berperangnya orang Jerman, di Benua Eropa sana, tapi kajili-jili, terburu-buruki. Masa’ pelabuhannya Amerika Serikat diserang tanpa deklarasi perang terlebih dahulu. Itu kan tidak etis. Tahun 1943, Amerika Serikat menyerang balik bangsa Jepang, yang mengakibatkan bangsa Jepang mengalami kekalahan demi kekalahan serta kerugian perang. Baru narasa bangsa Jepang di sini. Masi’ mauko nakal. Kekalahan-kekalahan yang dialami bangsa Jepang itu membuatnya merubah strategi dari strategi menyerang ke strategi bertahan. Sehingga pada saat itu dia melancarkan serangan terakhirnya, yaitu serangan Kamikaze (Dewa Angin). Kerennya namanya saya dengar. Deh, tapi ngeri itu Kamikaze. Cobami bayangkan kita tentara angkatan laut Amerika Serikat yang sedang berada di sebuah kapal perang. Ada pesawat tentara Jepang yang dilihat sebagai sasaran empuk. Maumi ditembak itu pesawat, tapi tiba-tiba itu pesawat mengarah ke kita dengan kecepatan tinggi, yang membuat dahi berkerut (apa mau nabikin ini orang ?!). Mungkin setelah itu uang yang banyak dikasi ke keluarga tentara Kamikaze itu. Bukan hanya orang Jepang tentara Kamikazenya melainkan orang Indonesia juga. Orang Indonesia juga dilatih mengoperasikan pesawat hanya untuk menjadi tentara Kamikaze. Sungguh terlalu.

Bunker ada banyak di Indonesia. Salah satunya di pulau Sulawesi bagian selatan. Di Pulau Sulawesi Selatan terdapat di Kabupaten Maros, Kota Makassar, dan Kabupaten Enrekang, yang sudahmi ditulis sama senior-seniorku. Tapi ada lagi bunker di Malino, Kabupaten Gowa. Di sana itu banyak bunkernya. Itu mi yang jadi fokus penelitian untuk tugas akhirku...

Senin, 12 Agustus 2013

Jawabannya Adalah Kita Tidak Tahu


Perang Dunia II (PD II) mulai terjadi pada tahun 1939 dan berakhir pada tahun 1945[1]. Dalam perang itu, banyak negara yang terlibat, seperti: Jepang, Amerika Serikat, Jerman, Polandia, dan Indonesia. Perang tersebut dapat dibagi dalam 2 wilayah, yaitu Perang di Benua Eropa dan Perang di Pasifik atau Asia. Perang di Benua Eropa dimulai pada tahun 1939 sewaktu Jerman yang dipimpin oleh partai Nazi menginvasi wilayahnya ke Polandia. Perang di Pasifik dimulai sewaktu Jepang menyerang Pangkalan Laut Amerika Serikat (AS) di Pearl Harbor, Hawaii. Perang tersebut berakhir ketika Hiroshima dan Nagasaki dibom pada tanggal 6 dan 9 Agustus 1945, dan tewasnya Hitler bersama istrinya di sebuah bunker di Berlin. 

Partai Nazi terkenal dengan kekejamannya. Partai tersebut dipimpin oleh Adolf Hitler semasa Perang Dunia II. Adolf Hitler adalah seorang pemimpin yang terkenal kejam. Dia mempunyai ideologi bahwa bangsa Arya adalah bangsa yang terunggul sehingga dia ingin menaklukkan dunia. Jika mengacu pada teori yang menyatakan bahwa semuanya berawal dari fikiran, dari fikiran yang berulang-ulang kemudian muncullah ambisi, yang kemudian menggerakkan tubuh menuju cita-cita, maka ideologi itulah yang membuatnya menjadi pemimpin yang sukses. Ideologi itulah yang membuat dunia menjadi kacau pada masa itu. Di sisi lain, pemerintah Jepang yang terdesak dengan kekacauan ekonomi negaranya dengan disertai ideologi ingin menguasai dunia, juga telah sukses mencapai cita-citanya. 

Adolf Hitler dikatakan sebagai pemimpin yang sukses karena telah berhasil mencapai cita-citanya memperluas wilayah Jerman, yang menjadi bukti bahwa bangsa Arya memang unggul. Para pemimpin angkatan perang Jepang masa Perang Dunia II juga dikatakan sebagai pemimpin yang sukses karena telah berhasil mencapai cita-citanya menguasai sumberdaya alam wilayah-wilayah yang kaya akan itu. Adolf Hitler mencapai cita-citanya dengan jalan kekerasan. Dia telah banyak membantai. Bahkan tentaranya sendiri pun dibunuh secara perlahan, dengan hukuman, demi cita-citanya. Hukumannya yang terkenal adalah menggunakan kekuatan fikiran[2]. Para pemimpin angkatan perang Jepang masa Perang Dunia II juga mencapai cita-citanya dengan jalan kekerasan. Dia telah banyak merugikan negara-negara jajahannya, yang salah satunya adalah negara Indonesia, demi cita-citanya. Dia telah merugikan negara Indonesia dengan mengambil kekayaan sumberdaya alamnya, dengan sistem kerja paksa. 

Adolf Hitler dan para pemimpin angkatan perang Jepang masa PD II seperti Yamashita dan Gurita adalah pemimpin yang sukses. Jika melihat ke masa lalau, di Cina, sewaktu zaman Tiga Kerajaan: Wu, Shu dan Wei, juga terdapat seorang pemimpin yang sukses bernama Cao Cao. Cao Cao adalah seorang pemimpin yang terkenal kejam. Dia sukses karena telah berhasil mencapai cita-citanya. Ambisinya adalah ingin menyatukan negara-negara di bawah kepemimpinannya, agar tidak ada lagi perang. Namun ambisinya membenarkan segala cara. Dia telah banyak membunuh, bahkan anggotanya pun dibunuh dengan hukuman, demi cita-citanya. Adolf Hitler, Yamashita, Gurita dan Cao Cao adalah para pemimpin yang sukses. 

Melihat ke masa perkembangan Islam juga terdapat pemimpin sukses yang juga sangat terkenal di seluruh dunia, yaitu nabi Muhammad SAW. Ia sukses karena telah berhasil mencapai cita-citanya menyebarkan Agama Islam. Ia sukses dengan jalan tanpa kekerasan. 

Menurut salah seorang ahli, ada 2 model kepemimpinan yang digunakan oleh para pemimpin. Pertama adalah kepemimpinan yang menggunakan cinta untuk menyukseskan kepemimpinannya. Ke dua adalah kepemimpinan yang menggunakan hukuman. Kedua model kepemimpinan tersebut sama bagusnya, namun jika disuruh memilih lebih baik memilih untuk memimpin dengan menggunakan hukuman, katanya. Para pemimpin di masa lalu dan di masa sekarang dapat diketahui model kepemimpinannya berdasarkan pendapat tersebut. Perang Dunia II telah berakhir. Jepang telah menyerah tanpa syarat, Jerman pun telah menyerah. Namun entah apa yang terjadi di masa depan. Boleh jadi Jepang sakit hati karena kekalahannya pada Perang Dunia II sehingga ingin membalas. Boleh jadi ada seseorang di Jerman yang ingin meneruskan ambisi Hitler, karena perang dapat dimulai karena ambisi seseorang. Hal-hal tersebutlah yang dapat menyebabkan perang dunia selanjutnya atau Perang Dunia III. Namun apakah benar perang tersebut akan terjadi ? Jawabannya adalah Kita tidak Tahu... 




[1] Ada beberapa versi mengenai awal periode terjadinya PD II. Namun, awal periode waktu pada umumnya adalah tahun 1939. 


[2] Anggotanya yang dianggap bersalah dikurung dalam sebuah ruangan, kemudian disugesti bahwa di ruangan tersebut diberi gas beracun—yang sebenarnya tidak ada—sehingga membuatnya meninggal perlahan.

Kamis, 27 Juni 2013

Flight Plan

Sumber foto: www.vatgia.com

Harapan saya adalah semoga setelah ini saya dapat fokus berfikir tentang bungker.

Saat itu pukul 00.00 WITA. Saya harus tidur pada jam itu, karena saya sudah harus berada di rumah sebelum pukul 07.00 WITA. Saya pun merebahkan badan ke tempat tidur yang mengarah ke televisi. Saya memejamkan mata untuk tidur, namun usahaku tidak berhasil dikarenakan suasana yang sangat hening. Saya pun mengambil remote televisi kemudian menyalakan televisi. Saat itu film yang kebetulan ditayangkan adalah sebuah film yang berjudul: Flight Plan. Awal-awal film, hal yang diperlihatkan adalah seorang ibu di pesawat yang sedang membelai-belai putrinya. Sampai di situ, saya menyetel waktu tidur televisi: 60 menit, agar suasana tidak terlalu hening, lalu tidur. Beberapa menit kemudian, saya terbangun lalu kembali menonton. Pada bagian itu, saya menyaksikan wanita itu panik tiba-tiba. Saat itulah timbul pertanyaan: “mengapa dia panik ???”. Saya pun mulai penasaran.

Wanita itu bertanya pada penumpang yang berada di dekatnya: “Sudah berapa lama kita terbang ?”. Orang itu menjawab: “Sudah 3 jam”. “Oh, saya tertidur sudah begitu lama”.
“Di mana Julia ?”, tanya wanita itu dalam hati. Ia pun mencari anaknya. Dia bertanya-tanya pada orang-orang yang dilaluinya, hingga akhirnya meminta bantuan di awak pesawat. Awak pesawat atau pramugari lalu memintanya untuk memperlihatkan tiket anaknya. Ia pun mengeluarkan tiket di dalam kantongnya yang ternyata hanya berjumlah satu buah. Wanita itu langsung berlari menuju seat-nya, dengan diikuti oleh awak pesawat, kemudian memeriksa bagasinya. “Anak berumur 6 tahun tidak mungkin mengambil ransel dengan bagasi yang setinggi ini”, katanya. “Anakku diculik !!!”. Awak pesawat pun lalu bertanya kepada orang-orang yang duduk di dekat wanita itu: “Apakah kau melihat anaknya ?”. Orang-orang menjawab: “tidak”, dan “dia sepertinya tidak bersama anaknya di pesawat ini”.

Wanita itu pun sedih bercampur panik kemudian meminta kepada awak pesawat untuk memberi pengumuman tentang hilangnya anaknya. Awak itu pun mengabulkan permintaan wanita itu. “…Pesawat kami sepertinya cukup besar untuk membuat seorang anak hilang…”. Masih kurang puas, wanita itu pun meminta untuk dipertemukan oleh kapten pesawat. Permintaannya itu pun dikabulkan lagi, mungkin karena mimik wajahnya. Pertemuan itu dihadiri oleh kapten pesawat, para awak pesawat, wanita itu dan orang yang duduk bersebelahan dengannya yang juga adalah seorang polisi udara. Pertemuan itu bertujuan untuk mencari solusi atas masalah itu.

Sebelum pertemuan, kapten pesawat sudah mendapatkan informasi pribadi mengenai wanita itu. “…David, suami kamu, telah meninggal karena terjatuh dari ketinggian, benar ?”. “Ya”, kata wanita itu. “Apakah kamu sedang mengonsumsi sejenis minuman beralkohol ?”. “Tidak”, jawab wanita itu. “Apakah kamu mengonsumsi obat-obatan atau sejenisnya ?”. “Tidak”, jawabnya lagi. “Saya hanya mengonsumsi obat tidur dua buah pagi ini, sama halnya dengan penumpang yang lain”, tambahnya.

“Apakah kau melihat dia bersama putrinya saat masuk di dalam pesawat?”, tanya kapten pada awak pesawat yang bertugas di bagian itu. “Tidak”, jawabnya. Orang yang duduk bersebelahan dengan wanita itu kemudian menambahkan: “Dia sepertinya juga tidak bersama putrinya di pesawat ini”. Wanita itu pun meminta kepada kapten agar para awaknya mencari putrinya di segala ruangan. Kapten pun mengabulkan permintaannya dan awak pesawat patuh. Selama pencarian itu, kapten mencari informasi mengenai daftar penumpang. Wanita itu mengawasi awak-awak pesawat, apakah dia mengerjakan apa yang diperintahkan kapten itu atau tidak.

“Kami sudah melihat daftar penumpang, ada 32 anak di pesawat ini, dan betul, anakmu tidak ada di pesawat ini”, kata kapten pesawat.
Sampai di bagian itu, saya jengkel dan berkata dalam hati: “Lagi frustasi itu kayaknya cewekka”. “Sudah banyak orang yang dia repotkan”. Saya pun sudah tidak berpihak kepada wanita itu, dan juga semua orang yang ada dalam pesawat itu. Sampai di situ, saya berniat untuk menyalakan komputer kemudian online untuk googling sinopsis cerita film itu, lalu beres, sayapun bisa tidur. Akan tetapi saya memberi kesempatan pada film itu. Wanita itu kini hanya sendiri, karena saya sudah tidak berpihak lagi padanya.

Wanita itu dengan rasa paniknya yang bertambah besar, lanjut mencari lagi putrinya. Mungkin karena sudah bosan, orang/ polisi udara yang duduk bersebelahan dengan wanita itu kemudian menyinggung: “Apa yang membuatmu begitu yakin bahwa putrimu diculik ?”. “Untuk apa orang mau mencelakaimu ?”. “Apa istimewamu ?”. Wanita itu pun menjawab: “Saya pernah bekerja di penerbangan, dan saya tahu detail pesawat ini”.

Karena salah seorang penumpang sudah muak dengan wanita itu, ia lalu memukulinya hingga wanita itu jatuh pingsan. Wanita itu pun diborgol oleh polisi udara yang duduk bersebelahan dengannya, agar dia tidak mengganggu. Setelah sadar, seorang wanita yang sepertinya seorang psikolog mengajaknya ngobrol: “bisakah kau menceritakan sedikit tentang suamimu ?”. Wanita itu tidak berkata apa-apa. Lalu, dengan tekniknya, orang yang sepertinya psikolog itu dapat membuat wanita itu menceritakan tentang suaminya. Orang itu lalu mengajak wanita itu berimajinasi: “bayangkan suamimu sedang berada di suatu pulau yang setiap saat dapat kau kunjungi”. Wanita itupun berimajinasi, kemudian raut wajahnya sudah mulai terlihat membaik. Tiba-tiba wanita itu minta izin ke toilet dengan alasan ia butuh waktu untuk sendiri. Polisi itupun mengawalnya menuju toilet. Di toilet, wanita itu naik ke atas pelapon yang sudah diketahuinya adalah ruang kendali rahasia. Dia pun memainkan kendali itu, untuk membuat para penumpang panik. Dengan situasi itu, dia dapat pergi ke beberapa ruangan yang belum diperiksa oleh awak pesawat sebelumnya. Belum sampai di ruangan terakhir yang belum diperiksa, wanita itu telah lebih dulu ditangkap oleh polisi itu. Dia lalu digiring kembali ke seat-nya.

Pesawat tinggal beberapa menit lagi mendarat. Polisi udara memanggil seorang pramugari yang berada di depannya lalu memintanya menjaga wanita itu karena dia mau pergi sebentar. Saat itu, wanita itu bertanya kepada pramugari itu: “ke mana kau sewaktu para awak pesawat sedang mencari-cari anakku ?” pramugari itu kemudian menggeleng-gelengkan kepala sambil tersenyum sembari mengatakan: “Aku turut bersedih atas apa yang sedang menimpamu”.

Beberapa saat kemudian, saya menyaksikan seorang anak perempuan yang sedang tertidur di suatu ruangan, dan polisi udara itu yang sedang menaruh alat peledak di sekitar anak itu. Ternyata pesawat itu sedang dibajak oleh polisi udara itu yang bekerja sama dengan seorang pramugari. Peristiwa hilangnya putri wanita itu sudah direncanakan, dan semua kejadian di atas pesawat pun demikian. Sepertinya itulah alasan mengapa film itu diberi judul Flight Plan. Di akhir cerita, senjata makan tuan. Pembajak itu terkena bomnya sendiri, yang diledakkan oleh wanita itu. Setelah kejadian itu, wanita itu, bersama putrinya, keluar dari pesawat, dan orang-orang yang telah bersamanya di dalam pesawat kemudian tersenyum, seolah mengatakan: PERJUANGANMU SUNGGUH HEBAT !

Film Flight Plan adalah sebuah film yang menarik, walaupun backgroundnya hanya di dalam pesawat, bagi saya. Film itu mengajarkan kita arti sebuah perjuangan. Jika kau meyakini sesuatu, yang sesuatu itu berdasarkan pada kebenaran, maka pertahankanlah sesuatu itu. Jangan hiraukan komentar negatif orang-orang di sekelilingmu. Pada film itu, pemeran utamanya hanya berjuang ‘sendiri’. Ada 400-an orang di sekililingnya, dan semuanya tidak ada yang berpihak padanya. Namun walaupun demikian, ia tetap berjuang karena dia yakin bahwa dia benar.

Ngomong-ngomong, sudah pukul 5.27 WITA mi ini. Betul-betul ini film Flight Plan…

Senin, 18 Maret 2013

Flora dan Fauna Sulawesi Tenggara yang Dilindungi Undang-Undang

Artikel ini merupakan hasil kerja dari penulis selaku orang yang masuk dalam tim studi pustaka Ujungpandag Heritage dalam Tim Observasi Konawe Utara di Sulawesi Tenggara. Karena informasi mengenai Flora dan Fauna Sulawesi Tenggara ini dianggap penting, maka dicarilah datanya. 

Tahap kerja dari Sistem Informasi ini adalah Pengumpulan Data, Pengolahan Data, Penyajian Data. Pada tahap awal, data-data dikumpulkan dari internet, kemudian data-data tersebut diolah sehingga menjadi informasi dan setelah itu informasi itu disajikan. Penyajian informasi dilakukan dengan dua cara yang berbeda. Cara pertama adalah melalui blog. Cara kedua adalah dengan menggunakan software pendukung, yaitu Macromedia Flash MX. Adapun sumber utama dari data nama-nama flora dan fauna Sulawesi Tenggara adalah situs resmi Sulawesi Tenggara atau yang dapat dilihat di sini http://www.sulawesitenggaraprov.go.id/profil-daerah/flora-a-fauna.html. Dengan mengacu pada situs tersebut, maka informasi mengenai flora dan fauna Sulawesi Tenggara hanya terbatas pada yang dilindungi oleh Undang-Undang saja.

Agar tidak berat me-load, artikel ini dibagi menjadi enam (6) tulisan, yaitu: Flora, Fauna Mamalia, Fauna Reptil, Fauna Aves (part 1), Fauna Aves (part 2), Fauna Moluska dan 1 Arthropoda.
Satu hal sebelum dilanjut adalah: dilarang menggandakan tulisan ini tanpa menuliskan sumbernya!
Berikut adalah Informasi Flora dan Fauna Sulawesi Tenggara yang dilindungi oleh Undang-Undang.

Flora

1. Kayu Kuku


Foto 1.  Pohon Kayu Kuku
Sumber foto: http://lh5.ggpht.com

Kayu kuku adalah tanaman tropis yang tumbuh subur di hutan dataran rendah, terutama di hutan dataran rendah yang bertanah podsolik dan aluvial. Kayu kuku ini jika dibandingkan dengan kayu jati, maka kualitasnya lebih. Kayu jenis Kayu kuku dapat diidentifikasi dengan warnanya yang coklat kemerahan, permukaannya yang licin, dan arah seratnya yang tidak teratur. Pohon Kayu kuku dapat dikenali dengan ciri-ciri tinggi pohon 30 hingga 40 meter. Tanaman Kayu Kuku dapat tumbuh berasosiasi dengan Huru Dapung, Bitanggur, Kayu Lara, Damar, dan Bungur.

Klasifikasi
Kerajaan : Plantae
Filum : Tracheophyta
Kelas : Magnoliopsida
Ordo : Fabales
Famili : Leguminosae
Genus : Pericopsis
Spesies : Pericopsis mooniana

2. Kasumeeto


Foto 2. Kasumeeto
Sumber foto: http://www.wellgrowhorti.com

Kasumeeto adalah tanaman yang tumbuh di hutan hujan dataran rendah. Pohon Kasumeeto dapat diolah menjadi kayu yang berkualitas cukup baik. Kasumeeto dapat tumbuh hingga mencapai ketinggian lebih dari 35 meter. Kulit pohon bagian luar berwarna hitam, bersisik, kulit bagian dalam berwarna kemerahan. Daunnya berbentuk memanjang dan terlihat mengkilat. Bunganya kecil dan berwarna putih. Buahnya, yang dinamakan buah Sawo, berbentuk bulat, dan rasanya manis. Adapun bijinya dapat dijadikan obat, yaitu obat diare.

Klasifikasi
Kerajaan : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Ordo : Ebenales
Famili : Ebenaceae
Genus : Diospyros
Spesies : Diospyros malabarica

Untuk lanjut ke Fauna klik di sini.

Fauna Mamalia

1. Rusa Timor


Foto 3. Rusa Timor
Sumber foto; http://www.antarafoto.com

Rusa Timor atau bahasa latinnya Cervus timorensis adalah salah satu dari tiga jenis rusa yang ada di Indonesia. Jenis rusa yang menjadi fauna identitas Nusa Tenggara Barat (NTB) ini biasa juga disebut Rusa Jawa. Rusa jenis ini setidaknya dapat diidentifikasi dengan ciri-ciri: memiliki tanduk yang bercabang tiga, bulunya berwarna coklat kemerah-merahan, bagian perutnya berwarna putih. Rusa Timor dewasa memiliki panjang badan 195 hingga 210 cm, tinggi badan 91 – 110 cm, berat badan 103 hingga 115 kg.

Klasifikasi
Kerajaan : Animalia
Filum : Chordata
Sub filum : Vertebrata
Kelas : Mammalia
Ordo : Artiodactyla
Famili : Cervidae
Genus : Cervus
Spesies : Cervus Timorensis

2. Anoa

Anoa adalah salah satu jenis hewan endemik Sulawesi. Hewan ini mirip kerbau namun ukurannya lebih kecil. Anoa memiliki bulu yang saat masih muda lebih tebal dan berwarna lebih cerah dari saat usianya sudah dewasa. Bulu anoa akan menipis dan warnanya akan berubah menjadi lebih gelap saat dewasa. 
Anoa hidup tidak berkelompok-kelompok, melainkan sendiri-sendiri atau berpasangan. Sepasang Anoa bersama-sama hanya pada saat musim kawin. Saat musim kawin telah selesai, pejantan meninggalkan pasangan dan anaknya. Kemudian anoa betinalah yang merawat anaknya. Anoa masuk dalam kategori hewan diurnal. Hewan ini juga memiliki kebiasaan seperti kerbau, yaitu mandi di lumpur. Hewan yang menjadi fauna identitas Sulawesi Tenggara ini terbagi menjadi 2 jenis: anoa dataran rendah dan anoa dataran tinggi. Sesuai namanya, Anoa dataran rendah dapat ditemukan di hutan dataran rendah sedangkan Anoa dataran tinggi atau yang biasa disebut Anoa gunung, dapat ditemukan di hutan dataran tinggi. Anoa dataran tinggi lebih banyak dijumpai daripada Anoa dataran rendah.

2.1 Anoa Dataran Rendah


Foto 4.1 Anoa Dataran Rendah
Sumber foto: http://www.biolib.cz

Anoa dataran rendah memiliki kulit yang berwarna hitam dengan bulu yang pendek berwarna coklat. Warna bulu yang jantan lebih gelap daripada warna bulu yang betina. Di beberapa bagian, bulunya berwarna putih. Bagian-bagian tersebut adalah: kaki depan, pangkal paha, dan leher. Khusus pada bagian leher, warna putihnya berbentuk seperti bulan sabit. 
Tanduk Anoa dataran rendah bentuknya pipih dan pada bagian pangkalnya terdapat lingkaran cincin. Panjang tanduknya sekitar 40 cm. Anoa dataran rendah memiliki berat yang lebih dari anoa dataran tinggi. Beratnya yaitu 150 kg hingga 300 kg. Panjang tubuhnya adalah 150 hingga 180 cm. Tinggi badannya adalah sekitar 85 cm. sedangkan ekornya memiliki panjang sekitar 40 cm.

Klasifikasi
Kerajaan : Animalia
Filum : Chordata
Sub filum : Vertebrata
Kelas : Mammalia
Ordo : Artiodactyla
Famili : Bovidae
Genus : Bubalus
Spesies : Bubalus depressicornis

2.2 Anoa Dataran Tinggi


Foto 4.2 Anoa Dataran Tinggi
Sumber foto: http://www.ultimateungulate.com

Anoa dataran tinggi memiliki bobot yang lebih ringan dari anoa dataran rendah. Beratnya yaitu 100 hingga 150 kg. Anoa dataran tinggi memiliki bulu yang lebat, berwarna coklat gelap atau hitam. Tanduk anoa dataran tinggi tidak berbentuk pipih, melainkan berbentuk melingkar. Pada bagian pangkalnya tidak terdapat lingkaran cincin. Panjang tanduknya 15 hingga 27 cm. Panjang tubuhnya adalah 122 hingga 153 cm, dengan tinggi bahu tidak lebih dari 75 cm. Panjang ekornya 27 cm ke atas.

Klasifikasi
Kerajaan : Animalia
Filum : Chordata
Sub filum : Vertebrata
Kelas : Mammalia
Ordo : Artiodactyla
Famili : Bovidae
Genus : Bubalus
Spesies : Bubalus quarlesi

3. Babirusa


Foto 5. Babirusa Sulawesi
Sumber foto: http://www.naturephoto-cz.com

Babirusa yang nama latinnya Babyrousa babyrussa adalah hewan endemik Indonesia. Babirusa adalah hewan sejenis babi, yang memiliki gading. Gading babirusa tumbuh melingkar dari moncongnya hingga ke dekat mata. Gading itu dapat tumbuh hingga 31 cm, dan aktif diasah di pohon untuk yang jantan. 
Babirusa yang termasuk hewan kategori diurnal ini juga memiliki kebiasaan seperti babi, yaitu mandi di lumpur. Hewan ini juga memiliki kemampuan berenang. Hewan ini sering berjalan berkelompok tidak lebih dari 8 ekor. Habitat babirusa adalah hutan lembab. Dapat ditemukan di tepi sungai atau danau. 
Babirusa memiliki panjang tubuh sekitar 1,1 meter, tinggi kaki depan naik ke bahu 65 hingga 80 cm, panjang ekor 20 hingga 32 cm, dan bobot sekitar 100 kg. Babirusa memiliki kulit yang kasar berkeriput, berwarna coklat atau abu-abu gelap. Ada tiga sub-spesies Babirusa: Babirusa emas (Babyrousa babyrussa babyrussa), Babirusa Sulawesi (Babyrousa babyrussa celebensis), dan Babirusa Togian (Babyrousa babyrussa togeanensis). Ketiga sub-spesies babirusa itu mempunyai warna yang berbeda-beda. Babirusa Sulawesi memiliki warna kulit abu-abu gelap dengan hanya beberapa bulu. Babirusa Togian memiliki kulit berwarna coklat hingga hitam, dengan warna yang lebih cerah pada bagian bawahnya. Babirusa emas warna kulit pada bagian bawahnya berwarna emas, dan warna kulit selain itu berwarna hitam.

Klasifikasi
Kerajaan : Animalia
Filum : Chordata
Sub filum : Vertebrata
Kelas : Mammalia
Ordo : Cetartiodactyla
Famili : Suidae
Genus : Babyrousa
Spesies : Babyrousa babyrussa

4. Bajing Tanah


Foto 6. Bajing Tanah
Sumber foto: http://www.ecologyasia.com

Bajing tanah adalah bajing yang tidak hidup di pepohonan melainkan hidup di permukaan tanah. Bajing tanah tidak hidup dengan berpindah-pindah dari pohon satu ke pohon lain seperti bajing terbang, melainkan hidup di permukaan tanah. Bajing yang dalam bahasa Inggrisnya dinamakan Three-striped Ground Squirrel memiliki karakteristik: terdapatnya tiga garis hitam dari bahu hingga ke ekor. Bulu bajing tanah berwarna coklat tua dengan bercampur sedikit warna oranye. Adapun habitat hewan ini adalah hutan hujan primer.

Klasifikasi
Kerajaan : Animalia
Filum : Chordata
Sub filum : Vertebrata
Kelas : Mammalia
Ordo : Rodentia
Famili : Sciuridae
Genus : Lariscus
Spesies : Lariscus insignis

5. Kera Bersepatu Boot


Foto 7. Kera Bersepatu Boot

Kera Bersepatu Boot atau kera yang nama ilmiahnya Macaca ochreata adalah kera endemik Sulawesi, yang hanya terdapat di Sulawesi Tenggara. Kera yang dalam bahasa Inggrisnya dinamakan Booted macaque ini memiliki karakteristik: warna kaki dan tangan yang berbeda dengan warna badannya, sehingga terlihat seperti memakai boot atau kaus kaki dan kaus tangan putih. Warna badan Kera Bersepatu Boot adalah coklat kehitam-hitaman. Kera Bersepatu Boot memiliki panjang 47,50 hingga 49,50 cm untuk pejantan. Sedangkan untuk betina 39,50 hingga 40,47 cm. Berat rata-rata pejantan adalah 10 kg, betina 6 kg. Kera Bersepatu Boot dapat ditemukan di hutan hujan. 
Kera Bersepatu Boot terbagi menjadi dua sub-spesies, yaitu: Macaca ochreata brunnescens dan Macaca ochreata ochreata, yang keduanya terdistribusi di dua daerah geografi yang berbeda. Macaca ochreata brunescens atau yang nama lokalnya Andoke terdistribusi di kepulauan Buton, sedangkan Macaca ochreata ochreata terdistribusi di Sulawesi Tenggara.

Klasifikasi
Kerajaan : Animalia
Filum : Chordata
Sub filum : Vertebrata
Kelas : Mammalia
Ordo : Primata
Famili : Cercopithecidae
Genus : Macaca
Spesies : Macaca ochreata

6. Musang Sulawesi


Foto 8. Musang Sulawesi

Musang Sulawesi atau yang nama latinnya Macrogalidia musschenbroekii adalah hewan endemik Sulawesi. Hewan ini mempunyai bulu yang pendek dan halus, berwarna coklat gelap di bagian atas, coklat kuning di bagian bawah badan, coklat hitam di bagian ekor. 
Hewan yang masuk dalam kategori hewan nokturnal ini adalah hewan yang hidup tidak berkelompok, melainkan sendiri-sendiri. Makanannya adalah daging hewan, seperti tikus, ayam, tupai. Hewan ini pandai memanjat pohon. Adapun habitatnya adalah hutan hujan. 
Selain daging hewan, makanan Musang Sulawesi juga adalah buah Enau. Karena itu, keberadaan Musang Sulawesi dapat diperkirakan dengan melihat keberadaan tumbuhan Enau karena hewan ini penyebar benih Enau.

Klasifikasi
Kerajaan : Animalia
Filum : Chordata
Sub filum : Vertebrata
Kelas : Mammalia
Ordo : Carnivora
Famili : Viverridae
Genus : Macrogalidia
Spesies : Macrogalidia musschenbroekii

7. Kus kus Beruang


Foto 9. Kus kus Beruang

Kuskus Beruang adalah hewan herbivora mirip Kukang, yang memiliki kantung di perutnya seperti Kanguru. Kuskus Beruang adalah jenis Kuskus yang terbesar. Panjangnya 1 meter lebih, dengan rincian: panjang kepala dan badan sekitar 61 cm, panjang ekor sekitar 58 cm. Adapun bobotnya adalah 7 hingga 10 kg. 
Kuskus Beruang memiliki ekor yang kuat yang digunakan untuk melilit batang pohon. Hewan yang gerakannya lamban tapi pasti ini menghabiskan waktu lebih banyak untuk istirahat. Hewan yang masuk dalam kategori hewan diurnal ini hidup tidak berkelompok, melainkan sendiri-sendiri atau berpasang-pasangan. Adapun habitatnya adalah hutan hujan dataran rendah yang ketinggiannya mencapai hingga 600 mdpl.

Klasifikasi
Kerajaan : Animalia
Filum : Chordata
Sub filum : Vertebrata
Kelas : Mammalia
Ordo : Diprotodontia
Famili : Phalangeridae
Genus : Ailurops
Spesies : Ailurops ursinus

Untuk lanjut ke Fauna Reptil silahkan klik di sini.