Klik "ide judul blog" untuk membaca tulisan ide dari judul blog...

Rabu, 22 Agustus 2012

One Piece: Jangan Mencari Aku

sumber gambar: www.99-anime.com

Pendahuluan
Nama tokoh:
1. Luffy (Kapten Bajak Laut)
2. Zorro (Pendekar pedang)
3. Nami (Navigator)
4. Usop (Tukang kayu)
5. Sanji (Koki)
6. Robin (Arkeolog)
7. Chooper (Dokter)
8. Franky (Ahli mesin)
9. Brook (Musisi)

Berikut adalah karakter masing-masing tokoh:
1. Luffy
    Luffy adalah seorang laki-laki yang bodoh dan emosional. Akan tetapi dialah orang yg paling kuat di dalam timnya. Dia juga sangat perhatian dgn semua teman-temannya dan selalu menjadi pelindung bagi teman-temannya--karakter yg sangat cocok untuk seorang kapten.
2. Zorro
    Zorro adalah seorang laki-laki yang tenang dan selalu bersikap seolah tidak peduli.
3. Nami
    Nami adalah seorang perempuan yang cerdik. Dia hebat menggombal laki-laki.
4. Usop
    Usop adalah seorang laki-laki yang banyak bicara.
5. Sanji
    Sanji adalah seorang laki-laki yang mati kiri/ meleleh jika melihat perempuan cantik. Sangat bersemangat menyelamatkan teman perempuannya saat mereka dalam bahaya.
6. Robin
    Robin adalah seorang perempuan yang pintar dan tidak emosional.
7. Chooper
    Chooper adalah seorang laki-laki yang penakut.
8. Franky
    Franky adalah seorang laki-laki yang stylis.
9. Brook
    Brook adalah seorang laki-laki yang romantis.

Mereka semua mempunyai keahlian dan karakter yang berbeda-beda. Namun sangat luar biasa dalam kerja sama tim. Apa yang membuat tim ini hebat? Mari kita simak ceritanya.

Kisah ini diceritakan langsung pada klimaksnya/ intinya/ inti dari apa yang ingin disampaikan.

...Mereka sedang berlayar dengan kapal lautnya. Tiba-tiba mereka dihadang oleh tim bajak laut yang dipimpin oleh seorang kapten yang sangat kuat dan sangat berambisi.

Saat itupun mereka bertarung satu lawan banyak. Mereka berkali-kali menyerang kapten tersebut secara bergantian akan tetapi tak sedikitpun serangan mereka yang kena. Mereka pun meng-kombinasikan serangannya, dan akhirnya serangan mereka mengenai lawannya itu. Hal tersebut membuat kapten itu marah. Sehingga tibalah giliran dia menyerang. Dengan sekali serangan, mereka semua terkelepak tak berdaya.

Hal yang diinginkan kapten itu adalah seorang navigator yang hebat seperti Nami yang dapat mengantarkannya untuk sampai ke tujuannya. Saat mereka semua terkelepak tak berdaya, Nami diculik. Sebelum pergi, Nami meninggalkan pesan untuk teman-temannya.

Beberapa waktu kemudian, mereka terbangun, dan saat itupun mereka tersadar bahwa Nami telah diculik. Mereka pun menemukan pesan dari Nami yang intinya:

Lawan kalian adalah bajak laut yang sangat hebat. Dia tidak sebanding dengan kalian. Jangan mencari aku, karena itu akan menghabiskan sisa hidup kalian. Tapi, tolong selamatkan aku.

Dalam pesan itu, dia mengatakan kata-kata yang berlawanan. Jangan mencari aku dan tolong selamatkan aku. Akan tetapi makna pesannya seperti ini: Nami mengatakan jangan mencari aku karena dia telah melihat realitanya bahwa orang yang menculiknya itu tidak sebanding dengan teman-temannya. Dia khawatir jika teman-temannya mencarinya, mereka akan berada dalam bahaya karena berhadapan dengan seseorang yang sangat kuat. Akan tetapi di sisi lain, dia juga dalam bahaya. Oleh karena itu, dia berharap kepada teman-temannya. Dia berharap teman-temannya dapat mengalahkan kapten itu dan dapat menyelamatkannya.

Ini Dia Intinya: Perjalanan Mencari Nami
Mereka--terutama kaptennya--saling menganggap satu sama lain penting dalam tim. Oleh karena itu, mereka mencari Nami.

Terdengar sebuah berita bahwa bajak laut yang menculik Nami itu akan mengadakan sebuah rapat di suatu tempat. Informasi yang telah diperoleh sebelumnya dari tim tersebut adalah mereka mempunyai anak buah yang sangat banyak serta dilengkapi persenjataan jarak pendek. Tim Luffy pun menyusun strategi. Franky dengan keahlian mesinnya, bertugas membuat persenjataan jarak jauh (bazooka, shotgun, machine gun, dsb). Dengan persenjataan itu, mereka pun menuju tempat akan diadakannya rapat itu. Di sisi lain, Nami berada di suatu tempat dalam sebuah jeratan dalam kondisi yang tak berdaya dan terjangkit sebuah penyakit.

Saat Tim Luffy memasuki ruang rapat, kapten tersebut kaget melihat mereka. Kapten itu pun mengeluarkan anak buahnya, dan mereka pun bertempur. Tanpa beranjak dari tempatnya, kawan-kawan Nami menghabisi sebagian besar anak buah kapten itu. Missile pun habis. Tim luffy lalu menggunakan senjata atau keahliannya masing-masing. Luffy dengan tangan kosongnya; Zorro dengan pedangnya; Usop dengan ketapelnya; Sanji dengan jurus kakinya; Chooper dengan tangan kosong; Robin dengan tangan kosong; Franky dengan tembaknya dan Brook dengan pedangnya.

Sekarang yang tersisa tinggal tiga orang musuh: kapten dan dua orang anak buah andalannya. Seorang yang ahli kimia--di tangan orang inilah obat untuk Nami--dan satu lagi seekor king kong. King kong menculik Robin, membawanya ke menara yang sangat tinggi (bagian cerita ini mungkin dicontoh dari The Movie: The King Kong) dan ahli kimia membawa lari obat itu. Kerja sama tim pun muncul. Kapten berhadapan dengan Kapten. Sanji, Franky dan Brook mengejar King Kong untuk menyelamatkan Robin; Zorro mengejar si ahli kimia untuk mendapatkan obat itu dan Chopper dan Usop pergi mencari Nami. Selagi Luffy bertarung dengan kapten itu, teman-temannya yang lain juga menjalankan tugasnya masing-masing.

Nami ditemukan. Namun saat melihat Chooper dan Usop, Nami menangis tersedu-sedu. Dia terharu dengan kesetiakawanan teman-temannya. Zorro menghadang si ahli kimia dan merekapun bertarung. Senjata si ahli kimia ini adalah ledakan-ledakan yang dihasilkan dari kepandaiannya dengan ilmu kimia. Namun, kepandaiannya itu dapat dikalahkan oleh keahlian pedang Zorro. Si ahli kimia dikalahkan, obatpun diperoleh. Segera obat itu diberikan kepada Chopper.

Robin terlihat dari kejauhan di atas menara oleh Sanji, Franky dan Brook. Dengan semangatnya, Sanji menaiki bangunan menuju menara. Dia berhadapan dengan King Kong, dan dengan jurusnya, King Kong tersebut dikalahkan. Akan tetapi Robin terlepas dari genggaman si King Kong dan terjatuh dari ketinggian. Sanji panik dan berusaha menyelamatkan Robin. Namun Brook lah--dengan pose cool--yang berhasil menangkap/ menyelamatkan Robin. Tugas mereka telah selesai. Kini tugas Luffy. Teman-teman Luffy menyerahkan sepenuhnya kepada Luffy untuk mengalahkan kapten hebat itu. Mereka semua berharap kepada Luffy.

Pertarungan sengit ini diakhiri dengan jurus andalan Luffy. Kapten tersebut dikalahkan. Harapan teman-teman Luffy sesuai dengan kenyataan. Mereka semua senang karena Nami telah kembali. Mereka semua senang, karena kerja sama tim yang telah mereka lakukan.
Di akhir cerita, mereka mengolok-olok Nami karena pesannya itu. Fin.

Mereka semua memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Mereka masing-masing memiliki karakter yang berbeda-beda. Namun, mereka mengetahui/ memahami kelebihan, kekurangan serta karakter satu sama lain. Sehingga saat tiba waktunya kerja sama tim dibutuhkan, mereka tahu apa yang harus dikerjakan dan bagaimana harus bekerja.

Rabu, 01 Agustus 2012

Lomba Lari

sumber foto: google

Suatu hari, diadakan sebuah lomba: lomba lari jarak pendek. Lomba tersebut diikuti oleh tiga orang peseta pria. Ketiga peseta tersebut mengenakan baju kaos, celana pendek dan tentunya sepasang sepatu serta kaos kaki. Sebagaimana orang yang akan berlomba pada umumnya. Orang yang berlomba tujuannya adalah untuk menjadi pemenang (juara). Begitupun ketiga peserta ini.

Ketiga peserta berbaris di garis start dengan memasang kuda-kuda. Peserta pertama berada di arah timur atau sebelah kiri arena; peserta ke tiga di arah barat/ sebelah kanan arena dan peserta ke dua berada di antara peserta pertama dan ke tiga. Peluit ditiup, lalu mereka pun melesat. Detik-detik pertama dipimpin oleh peserta ke tiga. Detik-detik selanjutnya masih dipimpin oleh peserta ke tiga. Hingga di depan terlihat sebuah rintangan. Ketiga peserta kaget melihat rintangan tersebut. Pada umumnya lomba lari tidak ada rintangannya. Akan tetapi lomba kali ini berbeda. Rintangan tersebut adalah jaring-jaring. Ketiga peserta berhasil melewati jaring-jaring tersebut dengan merayap. Setelah melewati rintangan tadi, peserta lanjut berlari dengan masih dipimpin oleh peserta ke tiga. Di depan, terdapat lagi rintangan. Rintangan tersebut tidak cukup mengagetkan peserta, namun mungkin ini adalah rintangan yang terakhir. Rintangan tersebut adalah tiga orang wanita bugil--untuk masing-masing peserta--yang sedang berbaring di ranjang, dengan selimut di tubuhnya. Peseta ke tiga yang pertama sampai di ranjang, kemudian mengikuti nafsunya. Peserta pertama ke dua sampai di ranjang dan melakukan hal yang sama. Peserta ke dua terakhir sampai di ranjang dan juga melakukan hal yang sama. Saat menghadapi rintangan tersebut, peserta yang dari awal hingga ke titik ini berada di urutan terbelakang menghentikan hal yang sedang dilakukannya--walaupun belum selesai--kemudian lanjut berlari. Di saat yang bersamaan, ke dua peserta masih berada di atas ranjang. Peserta ke dua itu terus berlari, berlari hingga akhirnya sampailah dia di garis finish. Dengan begitu, peserta ke dualah yang menjadi pemenang (juara).

Cerita di atas, ada hikmahnya. Pada umumnya orang melakukan suatu hal berdasarkan suatu tujuan. Pada cerita di atas, ketiga peserta mempunyai tujuan untuk menjadi pemenang (juara). Akan tetapi hanya satu di antara mereka yang dapat sampai ke tujuan. Hal tersebut karena sang juara dapat mengendalikan hawa nafsunya dan teguh pendirian dengan tujuannya. Sedangkan kedua peserta lainnya tidak dapat mengendalikan hawa nafsunya yang membuatnya lupa akan tujuannya.