Klik "ide judul blog" untuk membaca tulisan ide dari judul blog...

Jumat, 16 Mei 2014

Jari Memang Tercipta untuk Keyboard

sumber foto: http://www.pusatgratis.com

Dalam dunia pembelajaran, terdapat tiga istilah yang mirip namun berbeda dan seringkali menimbulkan kekeliruan. Istilah yang dimaksud adalah pengajaran, pendidikan dan pelatihan. Pengajaran adalah suatu proses pemindahan ilmu atau materi dari guru ke murid. Ilmu atau materi tersebut cukup hanya untuk dimengerti atau dipahami saja. Pendidikan adalah suatu proses pemindahan ilmu atau materi dari guru ke murid dan ilmu atau materi tersebut tidak hanya sekedar untuk dimengerti atau dipahami saja, tetapi lebih dari itu. Murid harus menghayati ilmu atau materi tersebut dan dilaksanakan dalam perbuatan. Pelatihan adalah suatu proses mengasah atau mengembangkan suatu kemampuan atau keterampilan.

Contoh ilmu atau materi yang dilakukan dengan mengajar adalah ilmu atau materi yang bersifat teori, seperti: teori kecerdasan buatan (Artificial Intelligent), teori-teori komunikasi, dan lain sebagainya. Ilmu atau materi tersebut cukup hanya untuk dimengerti atau dipahami saja. Ilmu atau materi yang dilakukan dengan mendidik adalah ilmu yang sering dikenal dengan Pendidikan Agama, Pendidikan Kewarganegaraan, dan lain sebagainya. Pendidikan Agama maupun Pendidikan Kewarganegaraan, dalam prosesnya menuntut murid untuk melaksanakan apa yang telah disampaikan oleh guru. Ilmu atau materi yang dilakukan dengan melatih adalah ilmu beladiri. Untuk menguasai suatu gerakan atau jurus, maka murid harus berlatih.

Proses belajar yang akan dibahas dalam tulisan ini adalah proses berlatih. Berlatih, butuh tekad dan kemauan yang kuat. Hal tersebutlah yang membuat orang-orang menjadi hebat dalam keterampilan tertentu. Berlatih, harus dilakukan secara terus menerus. Seperti halnya seorang atlet atau musisi yang hebat. Walaupun mereka telah memperoleh suatu kemampuan, mereka masih tetap berlatih agar kemampuan tersebut terus berkembang atau paling tidak kemampuan tersebut tidak menurun (tetap dimilikinya).

Kita telah melewati tiga zaman dan sedang berada pada zaman ke empat: zaman pekerja informasi/ pengetahuan. Ketiga zaman sebelumnya adalah zaman berburu dan mengumpulkan makanan, zaman bercocok tanam dan zaman industri. Pada zaman berburu dan mengumpulkan makanan, setiap orang harus pandai berburu untuk bertahan hidup. Pada zaman bercocok tanam, setiap orang harus pandai bercocok tanam agar hasil yang diperoleh lebih baik dari zaman berburu dan mengumpulkan makanan. Pada zaman industri, orang-orang membangun pabrik dan mempekerjakan orang-orang lainnya agar hasil yang diperoleh lebih besar. Oleh karena itu, orang-orang berlatih untuk memperoleh keterampilan tertentu yang berhubungan dengan jenis suatu pabrik. Pada zaman pekerja informasi/ pengetahuan yang sedang kita jalani ini, setiap orang harus pandai berkomputer. Hanya dengan duduk di depan komputer, kita dapat menghasilkan uang. Salah satu contohnya adalah program pay per click. Hanya dengan sekali klik oleh pengunjung, maka pemilik situs akan memperoleh uang. Bagaimana jika banyak pengunjung pada situs tersebut ? Tentunya uang yang dihasilkan akan banyak.

Tapi, hal yang telah dibicarakan di atas terlalu jauh. Terlalu jauh dalam artian pembahasan dalam tulisan ini. Hal yang paling mendasar untuk dimiliki dalam berkomputer adalah keterampilan mengetik dengan 10 jari, karena kita hanya memiliki 10 jari tangan. Sebelum membahas soal keterampilan mengetik 10 jari, mari kita terlebih dahulu membahas soal keyboard (jika diartikan secara lurus, artinya adalah papan kunci).

Terdapat berbagai macam keyboard, dan yang paling umum digunakan adalah Keyboard Qwerty. Nama tersebut diambil dari tata letak tombol huruf jika dibaca dari kiri ke kanan. Secara umum, tombol keyboard terdiri dari tombol: simbol bendera (logo Windows), Escape (Esc), Tab, Shift, Alternative (Alt), Control (Ctrl), Enter, Function1 (F1), Function2 (F2) hingga Function12 (F12), Scroll Lock (ScrLk), Number Lock (NumLk), Caps Lock, Print Screen (PrtSc), Insert (Ins), Delete (Del), Home, Page Up (Pg Up), Page Down (Pg Dn), End, tanda panah kiri, kanan, atas dan bawah, angka dari 0 hingga 9, huruf dari A hingga Z, tombol Spasi (Space) dan Backspace, serta tanda baca dan simbol-simbol sederhana. Mungkin beberapa pembaca sudah memahami fungsi dari semua tombol yang telah disebutkan. Tapi dalam tulisan ini, penulis akan menjelaskan fungsi dari beberapa tombol dan juga beberapa Shorcut Key. Bagi yang telah memahaminya, dapat melangkahi paragraf selanjutnya.

Tombol Escape berfungsi untuk membatalkan (Cancel) pilihan jika ada jendela pilihan yang muncul. Tombol Alternatif (Alt) berfungsi sesuai dengan namanya, yaitu sebagai alternatif bagi mouse. Jika mouse kita sedang rusak, maka kita dapat menggunakan keyboard sebagai pengganti mouse, dan tombol yang akan banyak digunakan adalah tombol Alternatif. Tombol Control adalah sebuah tombol yang tidak dapat berfungsi sendiri. Tombol tersebut selalu berkombinasi dengan tombol-tombol lain yang kemudian diistilahkan dengan Shorcut Key. Sesuai dengan namanya, Scroll Lock, Number Lock, dan Caps Lock berfungsi untuk mengunci. Scroll Lock berfungsi untuk mengunci tombol Scroll, Number Lock berfungsi untuk mengunci tombol nomor, dan Caps Lock berfungsi untuk mengunci agar tombol-tombol huruf menjadi huruf kapital. Jika kita ingin mencetak atau ingin menyimpan gambar yang sedang tampil pada layar komputer, maka kita menggunakan tombol Print Screen (PrtSc). Untuk menyimpan gambar, tekan tombol PrtSc, kemudian masuk ke program Paint, lalu paste. Setelah gambar muncul, maka simpan gambar tersebut. Tombol Insert berfungsi untuk menukar. Jika kita sedang bekerja dalam Microsoft Word, dan “I Beam” (ikon garis hitam berkedip-kedip) berada di antara sebuah kata kemudian kita mengetik sebuah huruf, angka ataupun simbol, maka huruf yang berada di depan “I Beam” akan tergantikan dengan tombol huruf, angka atau simbol yang kita tekan. Sesuai dengan namanya, tombol Delete berfungsi untuk menghapus. Tombol Backspace adalah kebalikan dari tombol Space. Jika kita menekan tombol Backspace, maka karakter (huruf, angka ataupun simbol) yang berada di belakang “I Beam”, akan terhapus. Walaupun memiliki kemiripan, tombol Backspace dan Delete adalah berbeda. Perbedaannya sangat signifikan. Saat kita sedang berada pada jendela folder (Windows Explorer), kemudian kita menekan Drive D lalu menekan lagi Backspace, maka kita akan kembali ke My Computer (atau Computer). Tombol Backspace berfungsi untuk mengembalikan ke yang sebelumnya, sedangkan tombol Delete berfungsi untuk menghapus file atau folder.

Terdapat beberapa Shorcut Key, seperti: Alt + Tab, tombol logo Windows + Tab, tombol logo Windows + D, Ctrl + Shift + Esc, Alt + F4, Ctrl + C, Ctrl + X, Ctrl + V, Ctrl + S, Ctrl + P, dan lain sebagainya. Shortcut Key adalah kombinasi antara beberapa tombol untuk menjalankan sebuah perintah (command). Jika terdapat beberapa jendela yang sedang berjalan, maka kita dapat menggunakan Shorcut Key: Alt + Tab atau logo Windows + Tab. Shorcut Key tersebut berfungsi untuk mempercepat kita berpindah-pindah dari jendela satu ke jendela lain. Perbedaan antara kedua shortcut key tersebut hanyalah dari tampilan. Logo Windows + D berfungsi untuk kembali ke tampilan Desktop secara cepat. Ctrl + Shift + Esc berfungsi untuk membuka jendela Task Manager. Lazimnya, orang-orang menggunakan jendela Task Manager untuk menutup jendela yang terkadang tidak dapat tertutup. Alt + F4 berfungsi untuk menutup jendela, dan apabila kita sedang berada pada tampilan desktop kemudian menekan shortcut key tersebut, maka kita akan masuk pada menu shut down. Ctrl + C untuk menggandakan, Ctrl + X untuk memotong atau memindahkan, Ctrl + V untuk menempel (paste), Ctrl + S untuk menyimpan, Ctrl + P untuk mencetak (print).

Mengetik 10 jari adalah sebuah keterampilan yang dapat diperoleh dengan cara berlatih. Dengan keterampilan tersebut, pekerjaan menulis/ mengetik akan terasa sangat mudah. Orang yang memiliki keterampilan mengetik 10 jari akan sangat berbeda dengan yang tidak memilikinya. Jika pembaca adalah salah seorang yang memiliki keterampilan mengetik 10 jari, maka pernyataan penulis tersebut pastilah dibenarkan. Memiliki keterampilan mengetik 10 jari akan membuat pekerjaan mengetik lebih cepat. Pekerjaan yang dilakukan selama seharian, dapat diselesaikan hanya dalam 5 jam. Intinya, keterampilan mengetik 10 jari dapat lebih menghemat waktu (efisien).

Untuk memperoleh keterampilan mengetik 10 jari, hal pertama yang harus dimiliki adalah kemauan. Memang, terdapat berbagai hal yang harus difikirkan, sehingga kemauan untuk berlatih mengetik 10 jari tidak ada. Namun, sebagaimana yang telah dikatakan sebelumnya bahwa saat ini kita sedang berada pada zaman pekerja pengetahuan/ informasi. Hal tersebut menuntut agar kita memiliki keterampilan mengetik 10 jari. 

Keterampilan mengetik 10 jari memang sulit untuk diperoleh, selain harus memiliki kemauan, dibutuhkan juga latihan yang konsisten. Dalam agama Islam diajarkan bahwa Allah SWT lebih menyukai pekerjaan yang sedikit tapi konsisten. Latihan mengetik 10 jari dapat dilakukan dengan perlahan-lahan, sedikit demi sedikit, tetapi konsisten.

Sebenarnya, kita dapat memiliki atau mungkin membuat sendiri keyboard yang sesuai dengan keinginan kita. Huruf A berada pada urutan ke dua, huruf S berada pada urutan pertama, dan seterusnya. Tapi penulis rasa, itu adalah hal yang rumit, jika kita bukan ahli elektronika. Jadi kita sebaiknya beradaptasi dengan lingkungan. Lingkungan yang dimaksud adalah keyboard.

Keyboard pada umumnya terdiri dari 3 baris dan 10 kolom untuk tombol-tombol huruf dan beberapa tanda baca. Jari kita harus beradaptasi dengan tata letak tombol-tombol tersebut. Kolom pertama terdiri dari: Q, A, Z; kolom ke dua terdiri dari: W, S, X; kolom ke tiga terdiri dari: E, D, C; kolom ke empat terdiri dari: R, F, V; kolom ke lima terdiri dari: T, G, B; kolom ke enam terdiri dari: Y, H, N; kolom ke tujuh terdiri dari: U, J, M; kolom ke delapan terdiri dari: I, K, tanda koma (,); kolom ke sembilan terdiri dari: O, L, titik (.); kolom ke sepuluh terdiri dari: P, titik koma (;), garis miring (/). Berikut adalah peruntukannya: untuk tangan kiri, jari kelingking untuk kolom pertama, jari manis untuk kolom ke dua, jari tengah untuk kolom ke tiga, jari telunjuk untuk kolom ke empat dan ke lima. Jari telunjuk untuk dua kolom; untuk tangan kanan, jari telunjuk untuk kolom ke enam dan ke tujuh, jari tengah untuk kolom ke delapan, jari manis untuk kolom ke sembilan, jari kelingking untuk kolom ke sepuluh. Adapun ibu jari pada kedua tangan kita adalah untuk tombol spasi yang merupakan tombol yang paling panjang di antara semuanya. Di sebelah kiri dan kanan satu set tombol, masing-masing terdapat satu tombol Shift. Jika huruf yang ingin dikapitalkan berada pada daerah kekuasaan jari-jari tangan kanan, maka tombol Shift yang ditekan adalah tombol yang berada di sebelah kiri. Jika huruf yang ingin dikapitalkan berada pada daerah kekuasaan jari-jari tangan kiri, maka tombol Shift yang ditekan adalah tombol yang berada di sebelah kanan.

Butuh waktu, agar kesepuluh jari kita dapat beradaptasi dengan keyboard. Metode atau strategi latihan dapat pembaca fikirkan sendiri. Penulis sendiri, dahulu latihan mengetik 10 jari secara autodidak sambil berbisnis (Terima Ketikan Komputer). Belajar mengetik 10 jari dengan mengetik surat, skripsi, koran, dll. Tentunya itu adalah hal yang beresiko. Tapi hal tersebutlah yang menjadi tantangan. Hasilnya, beberapa dari pelanggan tidak senang dengan hasil kerja penulis. Tapi latihan yang penulis telah lakukan tersebut, dapat dikatakan berbanding lurus dengan hasilnya. Pembaca dapat membuat metode atau strategi sendiri untuk memperoleh keterampilan mengetik 10 jari.

Apabila kita telah memiliki keterampilan mengetik 10 jari, kita akan mudah dalam mengerjakan tugas kuliah, kita akan tidak cenderung untuk melakukan kejahatan akademik: copy-paste (disingkat copas), dan masih banyak lagi manfaatnya. Selain itu, ketika kita telah memiliki keterampilan mengetik 10 jari, kita akan menikmati kegiatan yang bernama mengetik. Kita dapat mengetik tanpa melihat keyboard, oleh karena itu kita dapat melakukan hal lain, seperti menonton televisi atau berbicara dengan orang lain misalnya. Saat itulah kita akan berucap dalam hati: JARI MEMANG TERCIPTA UNTUK KEYBOARD.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar